Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung mempercepat penyerapan tenaga kerja produktif melalui program pelatihan vokasi.

Sebanyak 33 titik pelatihan kini tersebar di 13 kabupaten/kota di seluruh Lampung.

in1

>>> Yamaha Patenkan Motor Sport Listrik Tanpa Pedal Rem Kaki

Program ini bertujuan mengubah angkatan kerja muda menjadi tenaga ahli yang siap langsung bekerja.

Salah satu fokus utama adalah pelatihan pengelasan (welding) karena kebutuhan teknisi las profesional di sektor konstruksi dan industri manufaktur sedang melonjak.

Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu, mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan realisasi anggaran yang berkorelasi langsung dengan penyerapan tenaga kerja produktif.

Strategi yang dijalankan merupakan perpaduan antara dana APBD dan APBN.

APBD difokuskan pada perluasan titik pelatihan di daerah, sementara APBN dialokasikan untuk memperkuat pelatihan berbasis kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

>>> Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara

Kurikulum pelatihan disusun agar setiap peserta memiliki keterampilan yang dicari perusahaan besar.

Pemprov Lampung mengoptimalkan peran empat Balai Latihan Kerja (BLK) unggulan, yaitu BLK Bandar Lampung, BLK Kalianda, BLK Way Abung (Lampung Utara), dan BLK Metro.

Keempat BLK ini menjadi pusat inkubasi bagi peserta untuk mengasah keahlian di berbagai kejuruan dengan praktik langsung menggunakan standar industri.

Agus menambahkan bahwa bentuk kegiatannya melalui pelatihan dengan beberapa kejuruan yang dimiliki masing-masing balai.

>>> Menteri Imipas dan Ketua Komisi IV Cicipi Telur Asin hingga Panen Sidat di Nusakambangan

Hal ini dimanfaatkan agar tenaga kerja memiliki daya saing tinggi.