Harga Bitcoin Tembus 64.000 Dolar AS Didukung Akumulasi Institusi
Harga Bitcoin (BTC) berhasil menembus kembali level 64.000 dolar AS setelah sebelumnya sempat tertekan hingga di bawah 60.000 dolar AS pada awal Juni lalu.
Pemulihan ini dipicu oleh zona dukungan teknikal yang kokoh serta peningkatan akumulasi kepemilikan oleh institusi dan korporasi secara masif.
>>> Penyidikan Tiga Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Masih Berlanjut
Aktivitas beli bersih melonjak tajam saat tekanan penjualan dari para beruang mulai melemah di area support historis penting.
Pembalikan arah menuju kisaran 64.000-65.000 dolar AS menandai kembalinya sentimen positif dan minat beli yang kuat di pasar.
Stabilitas nilai Bitcoin dalam siklus kali ini ditopang oleh basis permintaan yang terdiversifikasi dari kalangan profesional, berbeda dengan periode awal yang didominasi ritel.
ETF Bitcoin spot di pasar Amerika Serikat yang dirilis sejak 2024 secara kolektif menguasai hampir 6 persen dari total pasokan maksimal 21 juta koin.
Perusahaan publik yang melantai di bursa saham tercatat menggenggam sekitar 5,7 persen dari keseluruhan pasokan Bitcoin yang beredar.
MicroStrategy mempertahankan posisinya sebagai pemegang korporasi tunggal terbesar dengan mengontrol sekitar 4 persen dari total pasokan.
Manajemen MicroStrategy mengklarifikasi bahwa penjualan 32 BTC baru-baru ini bersifat prosedural untuk pengujian sistem operasional internal.
Setelah itu, perusahaan menerbitkan ekuitas senilai 181 juta dolar AS untuk membeli tambahan 1.550 BTC, sehingga total kepemilikannya kini mencapai 845.256 BTC.
>>> Bioskop Trans TV Menayangkan Film Aksi Taken Malam Ini
Sektor swasta atau entitas non-publik diperkirakan memiliki sekitar 2 persen dari pasokan dunia.
Entitas berdaulat seperti bank sentral dan institusi terafiliasi negara menguasai 2,5 persen pasokan, dengan pemerintah AS dan China masing-masing memegang 0,9 persen.
Update Terbaru
Veteran Irak dan Afghanistan Kritik Desain Memorial Perang Global Melawan Teror
Senin / 22-06-2026, 16:27 WIB
Siapa Istri Brigjen Yuniar Dwi Hantono? Nama Ny. Dhieta Yuniar Terseret Sorotan Jogja Marathon 2026
Senin / 22-06-2026, 16:24 WIB
Mohamed Salah Bersinar, Mesir Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 16:21 WIB
Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Capai Rp11,06 Miliar untuk Korban Bencana Agam
Senin / 22-06-2026, 16:21 WIB
Pria 51 Tahun Tewas Usai Jatuh dari Balkon di Konser Goose Madison Square Garden
Senin / 22-06-2026, 16:21 WIB
Trailer Lord of Mysteries Season 2 Dirilis, Tayang 2027
Senin / 22-06-2026, 16:17 WIB
Arsenal Siap Lepas Martin Odegaard dengan Harga yang Tepat
Senin / 22-06-2026, 16:17 WIB
‘Hot Podium Guy’ Kembali ke Downing Street Saat Starmer Umumkan Resignasi
Senin / 22-06-2026, 16:17 WIB
Hearts2Hearts Rilis 'Lemon Tang', Sajian Energi Musim Panas yang Segar
Senin / 22-06-2026, 16:15 WIB
Jihyo TWICE Curi Perhatian di Pertandingan Baseball Bersama Adiknya
Senin / 22-06-2026, 16:15 WIB
Keir Starmer Mundur sebagai Perdana Menteri Inggris, Menangis di Depan Downing Street
Senin / 22-06-2026, 16:15 WIB
Toby-Alexander Smith Bicara Depresi Pascapersalinan yang Dialaminya
Senin / 22-06-2026, 16:14 WIB
Keir Starmer Resigns as UK Prime Minister, New Leader by September
Senin / 22-06-2026, 16:14 WIB
Sekolah Bersiap Hadapi Gelombang Panas 38°C, Akankah Tutup?
Senin / 22-06-2026, 16:14 WIB






