Trofi emas Piala Dunia adalah simbol tertinggi dalam sepak bola dunia yang selalu menjadi incaran setiap negara peserta.

Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa trofi asli tidak pernah benar-benar menjadi milik negara juara.

in1

>>> Menteri Imipas dan Ketua Komisi IV Cicipi Telur Asin hingga Panen Sidat di Nusakambangan

FIFA menetapkan bahwa trofi hanya diberikan sementara untuk seremoni kemenangan sebelum kembali disimpan oleh FIFA. Sementara itu, juara hanya menerima replika berlapis emas.

Pengecualian pada Era Jules Rimet

Namun, ada pengecualian dalam sejarah Piala Dunia, yaitu pada era Jules Rimet Trophy yang memiliki aturan berbeda dari trofi modern saat ini.

Pada masa itu, negara yang berhasil menjadi juara sebanyak tiga kali berhak menyimpan trofi secara permanen.

Brasil menjadi negara pertama yang mencapainya setelah menjuarai Piala Dunia pada 1958, 1962, dan 1970. Trofi Jules Rimet digunakan sejak 1930 hingga 1970 sebelum digantikan dengan desain modern.

Kisah Pencurian Trofi

Salah satu kisah paling terkenal terjadi pada tahun 1966 di Inggris ketika Jules Rimet Trophy hilang secara misterius saat dipamerkan menjelang Piala Dunia.

Trofi tersebut kemudian ditemukan beberapa hari kemudian oleh seekor anjing bernama Pickles di kawasan London Selatan.

Tradisi mengangkat trofi oleh kapten tim juara lahir dari momen bersejarah pada Piala Dunia 1958.

>>> Jelang Suro, Polsek Widodaren Sita 10 Motor Berknalpot Brong di Parkiran Sekolah

Saat itu, kapten Brasil Hilderaldo Bellini mengangkat trofi ke atas kepala saat sesi foto, yang kemudian menjadi ikon global.

Kisah trofi kembali berlanjut pada tahun 1983 di Brasil setelah Jules Rimet Trophy dicuri dari markas Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) di Rio de Janeiro.