Revisi UU P2SK Dinilai Berpotensi Jadi Celah Pencucian Uang Lewat Patriot Bond
Revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) melalui UU Nomor 4 Tahun 2026 memicu kontroversi.
Pasalnya, muncul kekhawatiran bahwa pembelian Patriot Bond dan Merah Putih Bond terbitan Danantara dapat menjadi celah pencucian uang.
>>> Kemenkes Bantah Markup Anggaran Alkes RSUD Krui, Beberkan Rincian Rp56,7 M
Sorotan utama tertuju pada Pasal 50A dalam beleid tersebut. Pasal ini memberikan perlindungan hukum dan kerahasiaan data tertentu bagi investor surat utang khusus yang diterbitkan Danantara.
Isi Pasal 50A yang Dipersoalkan
Pasal 50A mengatur bahwa Danantara dapat menerbitkan surat utang biasa dan surat utang khusus, termasuk Patriot Bond dan Merah Putih Bond.
Pembelian instrumen tersebut dinyatakan sebagai transaksi yang sah dalam sistem keuangan nasional.
Negara menjamin dan melindungi pembeli dari tuntutan pidana umum, pidana khusus termasuk perpajakan, serta gugatan perdata.
Data dan informasi pembelian tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak maupun alat bukti di pengadilan.
Ketentuan ini berlaku untuk transaksi di pasar primer. Peserta tax amnesty dan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) juga dapat membeli instrumen tersebut.
Kekhawatiran Pengamat
Pengamat BUMN sekaligus Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, menilai klausul tersebut mengandung risiko serius.
Menurutnya, instrumen surat utang khusus berpotensi menjadi sarana pencucian uang karena data transaksi tidak dapat dijadikan alat bukti di pengadilan.
Ia juga mengingatkan adanya risiko penghindaran pajak.
>>> CNN Indonesia dan KNEKS Gelar Anugerah Adinata Syariah 2026
Dalam sistem perpajakan Indonesia yang menganut prinsip self-assessment, wajib pajak berpotensi menempatkan dana tertentu ke instrumen tersebut untuk menghindari pengenaan pajak.
Herry menilai pengorbanan yang diberikan negara terlalu besar hanya untuk memperoleh sumber pendanaan baru bagi Danantara.
Update Terbaru
Veteran Irak dan Afghanistan Kritik Desain Memorial Perang Global Melawan Teror
Senin / 22-06-2026, 16:27 WIB
Siapa Istri Brigjen Yuniar Dwi Hantono? Nama Ny. Dhieta Yuniar Terseret Sorotan Jogja Marathon 2026
Senin / 22-06-2026, 16:24 WIB
Mohamed Salah Bersinar, Mesir Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 16:21 WIB
Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Capai Rp11,06 Miliar untuk Korban Bencana Agam
Senin / 22-06-2026, 16:21 WIB
Pria 51 Tahun Tewas Usai Jatuh dari Balkon di Konser Goose Madison Square Garden
Senin / 22-06-2026, 16:21 WIB
Trailer Lord of Mysteries Season 2 Dirilis, Tayang 2027
Senin / 22-06-2026, 16:17 WIB
Arsenal Siap Lepas Martin Odegaard dengan Harga yang Tepat
Senin / 22-06-2026, 16:17 WIB
‘Hot Podium Guy’ Kembali ke Downing Street Saat Starmer Umumkan Resignasi
Senin / 22-06-2026, 16:17 WIB
Hearts2Hearts Rilis 'Lemon Tang', Sajian Energi Musim Panas yang Segar
Senin / 22-06-2026, 16:15 WIB
Jihyo TWICE Curi Perhatian di Pertandingan Baseball Bersama Adiknya
Senin / 22-06-2026, 16:15 WIB
Keir Starmer Mundur sebagai Perdana Menteri Inggris, Menangis di Depan Downing Street
Senin / 22-06-2026, 16:15 WIB
Toby-Alexander Smith Bicara Depresi Pascapersalinan yang Dialaminya
Senin / 22-06-2026, 16:14 WIB
Keir Starmer Resigns as UK Prime Minister, New Leader by September
Senin / 22-06-2026, 16:14 WIB
Sekolah Bersiap Hadapi Gelombang Panas 38°C, Akankah Tutup?
Senin / 22-06-2026, 16:14 WIB






