Empat Kelompok Kerja Dibentuk dalam Negosiasi AS-Iran di Swiss
Amerika Serikat dan Iran telah menyelesaikan pembicaraan teknis terkait kesepakatan damai di Swiss pada Senin (22/6).
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengumumkan bahwa para negosiator sepakat membentuk empat kelompok kerja untuk membahas sejumlah isu.
>>> Gemini Live Kini Lebih Kontekstual di Ponsel dan Tablet Galaxy
"Empat kelompok kerja akan dibentuk: Pengakhiran sanksi, urusan nuklir, rekonstruksi dan pembangunan ekonomi, serta pemantauan dan implementasi," kata Gharibabadi, seperti dikutip IRNA, Selasa (23/6).
Komite Tingkat Tinggi dan Peta Jalan
Mediator negosiasi, Qatar dan Pakistan, merilis pernyataan bersama pada Senin (22/6) mengenai hasil pembicaraan sesi pertama tingkat tinggi di Swiss pada Minggu (21/6).
Kedua negara menyepakati pembentukan Komite Tingkat Tinggi yang akan memberikan pengawasan politik terhadap mediasi.
Kepala negosiator akan melapor secara berkala kepada komite dan memimpin kelompok kerja yang berfokus pada isu nuklir, sanksi, serta kelompok pemantauan dan penyelesaian sengketa.
Komite Tingkat Tinggi juga menyepakati peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari.
Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan berada di bawah pengelolaan Teheran.
>>> 5 Aplikasi Samsung Terbaik yang Wajib Kamu Coba di Galaxy
Selain itu, AS dan Iran membentuk jalur komunikasi untuk menghindari insiden dan memastikan jalur aman bagi kapal komersial di Selat Hormuz.
Kedua negara juga sepakat membentuk unit de-konflikasi yang terdiri dari AS, Iran, Lebanon, dan difasilitasi oleh mediator.
Unit ini bertujuan memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sesuai nota kesepahaman yang diteken pada Rabu (17/6).
Menurut Qatar dan Pakistan, AS-Iran akan melanjutkan pembicaraan teknis hingga akhir pekan ini di resor Burgenstock, Swiss, untuk membahas semua isu, terutama yang krusial.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengakui adanya "kemajuan besar" dalam pembicaraan dengan Washington.
>>> Rahasia Navigasi Merpati Tersembunyi di Hati, Bukan Paruh atau Mata
Ia merinci bahwa AS sepakat menghentikan perang di Lebanon, membebaskan ekspor minyak dan petrokimia Iran, mencabut blokade terhadap laut Iran, mencairkan aset Iran yang dibekukan, dan menyusun rencana rekonstruksi besar-besaran untuk Iran.
Update Terbaru
Kemnaker Waspadai Ancaman PHK di Industri Otomotif Setelah Keramik
Selasa / 23-06-2026, 22:44 WIB
King Koil Indonesia Luncurkan The Legacy Collection, Kasur Termahal dengan Teknologi Premium
Selasa / 23-06-2026, 22:44 WIB
PTPP Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500, Bukti Ketahanan di Tengah Tekanan Industri
Selasa / 23-06-2026, 22:43 WIB
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Raya
Selasa / 23-06-2026, 22:42 WIB
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
Selasa / 23-06-2026, 22:42 WIB
GMC Pamerkan Teaser 2027 Sierra, Tampil Mirip Versi EV
Selasa / 23-06-2026, 22:35 WIB
Terapi Gen Suntikkan Pendengaran Pulih dari 106 ke 52 Desibel
Selasa / 23-06-2026, 22:34 WIB
Ular Hijau Biasa Ternyata Spesies Baru, Ilmuwan Terkejut
Selasa / 23-06-2026, 22:33 WIB
Jalan Raya Laut Sepanjang 113 Mil di Florida: 42 Jembatan dan Taruhan Melawan Laut
Selasa / 23-06-2026, 22:33 WIB
Cara Cek Bansos Kemensos Juni 2026 Lewat HP, Mudah dan Praktis
Selasa / 23-06-2026, 22:28 WIB
Garcelle Beauvais Berduka, Sang Kakak Carole Meninggal Dunia
Selasa / 23-06-2026, 22:23 WIB
Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Bantu PB IPSI Jaring Atlet Andal
Selasa / 23-06-2026, 22:23 WIB
Tiger Woods Tampil Perdana di PGA Usai Kecelakaan DUI dan Rehab
Selasa / 23-06-2026, 22:22 WIB
Dua Bebek Lagi Ditemukan Mati di Sekitar Reflecting Pool
Selasa / 23-06-2026, 22:21 WIB






