Prabowo Ungkap Laporan Ekspor Palsu Sebabkan RI Tekor Rp16.220 Triliun
Presiden Prabowo Subianto mengungkap praktik manipulasi laporan ekspor atau underinvoicing telah menyebabkan Indonesia kehilangan potensi penerimaan hingga US$908 miliar atau setara Rp16.220,51 triliun selama 34 tahun terakhir.
Prabowo mengatakan temuan tersebut berdasarkan data perdagangan internasional PBB yang diolah Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
>>> Mendagri: Penghargaan Pemda Jadi Pemacu Kinerja Daerah
"Setelah kita hitung, ini angka kembali lagi dari PBB, kita telah rugi US$908 miliar selama 34 tahun atau Rp15 ribu triliun," kata Prabowo di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6).
Ia menjelaskan underinvoicing terjadi ketika pelaku usaha melaporkan nilai atau volume ekspor lebih rendah dibandingkan kondisi sebenarnya. Akibatnya, sebagian keuntungan tidak tercatat dan berpotensi mengurangi penerimaan negara.
"Yang terjadi adalah yang disebut underinvoicing atau laporan palsu. Para pengusaha itu bohong.
Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton. Artinya apa?
Artinya negara rugi," ujarnya.
Prabowo mengaku terkejut setelah melihat besarnya kebocoran yang terjadi selama puluhan tahun.
Ia menyebut selama sekitar 18 bulan memimpin pemerintahan, dirinya menemukan banyak kekayaan nasional yang hilang akibat berbagai praktik pelanggaran di sektor sumber daya alam.
"Saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan. Saya sendiri syok, terkejut, sedih melihat berapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini," katanya.
Menurut Prabowo, pemerintah saat ini berupaya menutup berbagai kebocoran tersebut melalui penertiban sektor perkebunan dan pertambangan.
Ia menyebut pemerintah telah mengambil alih kembali lebih dari 5 juta hektare kebun kelapa sawit yang dinilai melanggar aturan.
>>> Atalia Ungkap Kondisi Korban Penyekapan Pacar di Bandung: Wajah Rusak
Ia mengatakan lahan-lahan tersebut mencakup perkebunan yang berada di kawasan hutan lindung, tidak sesuai ketentuan perizinan, hingga diduga memalsukan laporan.
Update Terbaru
Gemini Live Kini Lebih Kontekstual di Ponsel dan Tablet Galaxy
Selasa / 23-06-2026, 21:29 WIB
5 Aplikasi Samsung Terbaik yang Wajib Kamu Coba di Galaxy
Selasa / 23-06-2026, 21:29 WIB
Rahasia Navigasi Merpati Tersembunyi di Hati, Bukan Paruh atau Mata
Selasa / 23-06-2026, 21:28 WIB
Setelah 40 Tahun Tanpa Kemajuan, Obat Ini Akhirnya Menggandakan Harapan Hidup Kanker Pankreas
Selasa / 23-06-2026, 21:28 WIB
Meta Luncurkan Kacamata Pintar Baru Hasil Kolaborasi dengan EssilorLuxottica
Selasa / 23-06-2026, 21:28 WIB
Kesan Pertama Dreame L50s Pro Ultra: Robot Vacuum Canggih dengan Fitur Lengkap
Selasa / 23-06-2026, 21:28 WIB
Chip Dimensity 9600 Pro Dikabarkan Naik Harga 20%, Capai Rp3,2 Juta
Selasa / 23-06-2026, 21:28 WIB
Kedai Kopi di New York Diselidiki Pemerintah Federal Usai Larang Politisi Pro-Israel
Selasa / 23-06-2026, 21:23 WIB
Piala Dunia 2026 Banjir Gol, Teknologi Bola Disebut Secepat Meriam
Selasa / 23-06-2026, 21:23 WIB
Netanyahu Cemas Trump Gerus Kebebasan Agresi Israel di Lebanon
Selasa / 23-06-2026, 21:23 WIB
Will Arnett Marah pada Jason Bateman karena Pertanyaan Soal Buang Air Besar di Depan Amy Poehler
Selasa / 23-06-2026, 21:22 WIB
Pembantu Chris Brown Bersaksi Diserang Anjing: 'Saya Kira Saya Akan Mati'
Selasa / 23-06-2026, 21:22 WIB
Giannis ke Miami, Jaquez Jr. Kaget Saat Tahu Jadi Bagian dari Trade
Selasa / 23-06-2026, 21:21 WIB
Polisi Tangkap Taufik Hidayat, Terduga Penganiaya Pacar di Bandung
Selasa / 23-06-2026, 21:21 WIB






