Kanker pankreas selama ini dikenal sebagai salah satu jenis kanker yang paling sulit diobati.

Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala spesifik, sehingga saat terdeteksi biasanya sudah metastatik dan tidak bisa dioperasi.

in1

>>> Meta Luncurkan Kacamata Pintar Baru Hasil Kolaborasi dengan EssilorLuxottica

Kini, sebuah studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine memberikan harapan baru. Obat bernama daraxonrasib berhasil menggandakan harapan hidup pasien kanker pankreas.

Hasil Uji Klinis yang Mengesankan

Peneliti melibatkan 500 pasien kanker pankreas yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok menerima kemoterapi standar, sementara kelompok lainnya mendapatkan daraxonrasib.

Hasilnya, pasien yang mengonsumsi daraxonrasib bertahan rata-rata 13,2 bulan, sedangkan kelompok kemoterapi hanya 6,7 bulan.

Perkembangan penyakit juga lebih lambat: 7,3 bulan pada kelompok daraxonrasib dibandingkan 3,5 bulan pada kemoterapi.

Efek samping memang terjadi pada kedua kelompok, namun hanya 1,2% pasien daraxonrasib yang harus menghentikan pengobatan karena efek samping, jauh lebih rendah dibandingkan 11,2% pada kemoterapi.

>>> Kesan Pertama Dreame L50s Pro Ultra: Robot Vacuum Canggih dengan Fitur Lengkap

Harapan Baru untuk Pasien

Studi ini muncul di tengah meningkatnya kasus kanker pankreas.

Menurut Institut Kanker Nasional Prancis, lebih dari 16.000 kasus tercatat pada 2023, dengan 13.000 kematian per tahun.

Patrick Mehlen, peneliti di Pusat Léon Bérard di Lyon, mengatakan bahwa "perbedaan nyata mulai terlihat untuk kanker yang tidak mengalami kemajuan medis selama 40 tahun."

Daraxonrasib masih bersifat eksperimental di Amerika Serikat dan Prancis. Alice Boilève, ahli onkologi pencernaan, telah memberikan obat ini kepada beberapa pasien Prancis dalam uji klinis.

>>> Chip Dimensity 9600 Pro Dikabarkan Naik Harga 20%, Capai Rp3,2 Juta

Ia menyebut molekul ini sebagai "revolusi yang akan mengubah praktik kita."