MediaTek dikabarkan akan menaikkan harga chip flagship terbarunya, Dimensity 9600 Pro, menjadi sekitar $216 (Rp3,2 juta) per unit.

Angka ini naik 8 hingga 20 persen dibandingkan Dimensity 9500 yang saat ini dibanderol $180–$200.

in1

>>> Kedai Kopi di New York Diselidiki Pemerintah Federal Usai Larang Politisi Pro-Israel

Kenaikan harga tersebut disebut sebagai "pemulihan struktural" yang didorong oleh permintaan ponsel baru yang lebih kuat dan perbaikan pasar di negara berkembang.

Spesifikasi dan Proses Produksi

Dimensity 9600 Pro kabarnya akan menggunakan proses TSMC N2P (2nm) dan mendukung memori LPDDR6 yang lebih cepat.

Sementara varian standar mungkin tetap menggunakan N2 dan LPDDR5X.

Di sisi CPU, chip ini dikabarkan memiliki konfigurasi 2+3+3 octa-core dengan dua inti ARM Cortex C2-Ultra yang mendekati 5GHz.

Performa single-core dan multi-core diprediksi meningkat signifikan, menyaingi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan bahkan Apple A-series.

>>> Piala Dunia 2026 Banjir Gol, Teknologi Bola Disebut Secepat Meriam

Fitur lain termasuk penyimpanan UFS 5.0, GPU Arm "Magni" yang ditingkatkan, dan kemampuan AI yang lebih baik.

Pindah ke 2nm membawa peningkatan efisiensi dan performa puncak, namun juga menaikkan biaya wafer.

MediaTek terus memperkuat posisinya di segmen premium, terutama dengan merek China seperti Oppo dan Vivo.

Seri Dimensity 9600 diperkirakan hadir di ponsel yang diluncurkan sekitar September 2026.

>>> Netanyahu Cemas Trump Gerus Kebebasan Agresi Israel di Lebanon

Kenaikan harga ini kemungkinan akan berdampak pada harga ponsel yang lebih tinggi, namun menunjukkan investasi MediaTek dalam teknologi manufaktur baru.