Pemerintah Republik Demokratik Kongo secara resmi memperluas pengujian virus Ebola untuk memetakan skala wabah yang sebenarnya.

Langkah ini diambil setelah jumlah kasus terkonfirmasi melonjak drastis hingga mencapai 260 kasus.

>>> Hasil Liga Champions 2026: PSG Juara Usai Tekuk Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

Otoritas kesehatan terus memperbarui estimasi cakupan wabah seiring meningkatnya kekhawatiran dari organisasi kesehatan internasional.

Risiko penyebaran yang lebih luas kini menjadi perhatian utama di wilayah tersebut dan negara-negara tetangga.

Pusat Wabah dan Data Terkini

Menteri Kesehatan Kongo, Roger Kamba, menyampaikan data terbaru dalam konferensi pers di Bunia. Kota tersebut menjadi pusat penyebaran wabah Ebola yang sedang berlangsung.

Berdasarkan pernyataan resmi pemerintah, jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 260 kasus. Pusat wabah berada di Kota Bunia, Kongo.

Jenis pengobatan yang digunakan adalah terapi antibodi eksperimental. Tahapan penelitian saat ini berada pada uji klinis tahap menengah.

Mitra strategis dalam penanganan ini adalah otoritas kesehatan Amerika Serikat.

Kerja Sama dengan AS

Kamba mengungkapkan adanya kerja sama strategis dengan otoritas kesehatan AS. Pemerintah AS telah menyetujui pemberian dukungan teknis bagi penanganan krisis kesehatan di Kongo.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan terapi antibodi eksperimental untuk mengobati pasien. Selain itu, dilakukan pelaksanaan uji klinis tahap menengah untuk memvalidasi keamanan dan efikasi pengobatan.

Dukungan teknis juga diberikan dalam pemantauan efektivitas obat-obatan baru di lapangan. Koordinasi tim medis internasional untuk memperkuat kapasitas laboratorium di Bunia juga dilakukan.

>>> Fakta Baru Amblesnya Jalan Lenteng Agung: Lubang 16 Meter dan Penyebabnya

Program penelitian ini dirancang untuk membantu para ahli menentukan efektivitas obat eksperimental.

Kamba menyebut penggunaan terapi ini sangat krusial karena hasil awal menunjukkan potensi yang menjanjikan bagi kesembuhan pasien.