Saham Taco Bell mengalami penurunan tajam pada Selasa (14/7) setelah pemberitaan mengenai kemungkinan hubungan antara restoran cepat saji itu dengan wabah diare meledak-ledak.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi, saham Yum Brands—perusahaan induk Taco Bell—merosot 4,5% ke level di bawah US$160 per saham.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini 15 Juli 2026: Stabil di Rp 2,61 Juta per Gram, Cek Daftar Lengkap dan Aturan Pajaknya Sebelum Investasi!

Harga saham terus turun dalam perdagangan setelah jam bursa.

Wabah cyclosporiasis yang baru-baru ini merebak diduga terkait dengan selada yang disajikan di Taco Bell. Otoritas negara bagian dan federal tengah menyelidiki masalah ini.

Menurut The Washington Post, investigasi masih berlangsung dengan selada berdaun sebagai tersangka utama penyebab wabah. Namun, kemungkinan bahan makanan lain belum bisa dikesampingkan.

>>> Spanyol Unggul Tipis atas Prancis di Babak I, Penalti Oyarzabal Jadi Pembeda

Investigasi tidak terbatas pada gerai Taco Bell saja; petugas juga memeriksa berbagai sumber potensial lainnya.

Sebelumnya, Taco Bell telah menghapus beberapa bahan segar—termasuk selada, pico de gallo, guacamole, dan campuran ketumbar-bawang—dari sejumlah lokasi sementara penyelidikan berlangsung.

"Petugas kesehatan masyarakat belum mengonfirmasi kaitan dengan Taco Bell atau bahan, pemasok, restoran, atau pengecer tertentu," kata Taco Bell dalam pernyataan kepada Reuters.

>>> Proses Panjang di Balik Kesuksesan Spanyol ke Final Piala Dunia 2026

Di tengah guyonan tentang diare Taco Bell yang tak ada habisnya, para investor jelas menanggapi berita buruk ini dengan serius.