Jakarta – Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar US$444,4 miliar.

Angka ini tumbuh 2,1% secara tahunan (year on year/yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 2,0% pada April 2026.

>>> Google Beri Kesempatan Kedua untuk Beli Pixel Care+ bagi Pemilik Pixel 9 dan 10

Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa ULN Indonesia masih dalam kondisi terkendali. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan utang luar negeri sektor publik.

Sementara itu, kontraksi ULN swasta mulai mereda. Hal ini menunjukkan perbaikan pada sisi utang sektor swasta.

>>> Orang Tua Remaja Kulit Hitam Tewas di Mississippi Minta Investigasi Lebih Lanjut

Direktur Eksekutif Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa struktur utang tetap sehat. Pernyataan ini menegaskan bahwa risiko utang masih terjaga.

>>> LAPD Hentikan Kontrak Flock Safety karena Masalah Privasi Data

BI terus memantau perkembangan ULN untuk menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah juga berkomitmen mengelola utang secara hati-hati.