BEI Tambah Kriteria Baru Deteksi Kepemilikan Saham Tinggi
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menambahkan kriteria baru dalam mendeteksi saham yang memiliki indikasi kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration.
Kriteria baru tersebut menggunakan price impact ratio yang diterapkan pada saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.
>>> Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Prancis 2-0
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan penambahan metodologi ini merupakan hasil evaluasi atas kriteria dan trigger factors yang selama ini digunakan.
"Kami telah melakukan revisi atas metodologi high shareholding concentration.
Kami menambahkan satu kriteria, yaitu kriteria price impact ratio atas seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun," ujar Jeffrey dalam konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan saham yang memiliki price impact ratio tinggi akan disaring untuk melihat ada atau tidaknya indikasi konsentrasi kepemilikan saham.
Price impact ratio dihitung dari perubahan harga saham terhadap velocity-nya. Velocity sendiri dihitung dari rata-rata volume transaksi terhadap jumlah saham yang ada di publik atau free float.
>>> Sidang Praperadilan Roy Suryo: Kesaksian Eks Anggota DPR Kejutkan Publik
"Artinya, saham-saham yang aktivitas volume transaksinya rendah tentu akan menghasilkan velocity yang rendah.
Dengan velocity yang rendah, tetapi dengan perubahan harga yang besar, tentu akan menghasilkan price impact ratio yang tinggi," ujar Jeffrey.
Hingga saat ini, hanya ada dua negara yang menerapkan metode ini, yaitu Hong Kong dan Indonesia.
Evaluasi menggunakan price impact ratio akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan mengikuti siklus evaluasi indeks utama BEI.
Sementara itu, trigger factors dari pengawasan tetap dilakukan atas seluruh saham dengan periode insidentil, yaitu tidak secara periodik.
Dengan penambahan metodologi ini, BEI mengumumkan terdapat 37 saham baru yang masuk kategori high shareholding concentration. Total saham dalam daftar tersebut kini menjadi 51 saham.
Update Terbaru
Pengisi Suara Chihuahua Taco Bell Masih Makan di Sana, Tapi Peringatkan 'Hati-hati'
Rabu / 15-07-2026, 06:07 WIB
AOC Khawatirkan Tren Looksmaxxing Clavicular Beri Pesan Salah ke Pria Muda
Rabu / 15-07-2026, 06:07 WIB
Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, De la Fuente: Pemain Luar Biasa
Rabu / 15-07-2026, 06:07 WIB
Rekor Sempurna Luis de la Fuente: Spanyol 14 Pertandingan Tanpa Kalah
Rabu / 15-07-2026, 06:07 WIB
Manfaat Kopi untuk Kesehatan: Fakta Ilmiah, Kandungan, dan Cara Minum yang Tepat
Rabu / 15-07-2026, 06:07 WIB
Sony Tutup PS3 Store, Emulator RPCS3 Klaim 75% Game PS3 Kini Bisa Dimainkan di PC
Rabu / 15-07-2026, 06:04 WIB
Embark Hukum Pemain Arc Raiders yang Eksploitasi Duplikasi Item
Rabu / 15-07-2026, 06:01 WIB
Trump Akan Berpidato Nasional soal Keamanan Mesin Pemungutan Suara
Rabu / 15-07-2026, 06:00 WIB
Missoula Art Museum Gelar Acara Native Lit Festival
Rabu / 15-07-2026, 06:00 WIB
Spanyol Tiga Kali Beruntun Bikin Prancis Menangis
Rabu / 15-07-2026, 06:00 WIB
Sesumbar Lamine Yamal Terbukti, Spanyol Buat Prancis Tak Berdaya
Rabu / 15-07-2026, 06:00 WIB
Kembang Api Hari Bastille di Eiffel Dimajukan Sehari, Ini Alasannya
Rabu / 15-07-2026, 06:00 WIB
Pelatih Spanyol: Prancis Kalah dari Tim Terbaik di Dunia
Rabu / 15-07-2026, 06:00 WIB
Spanyol Kalahkan Prancis, Lolos ke Final Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 05:59 WIB







