Saham penyedia infrastruktur kecerdasan buatan (AI) independen, Nebius Group dan IREN Limited, mengalami penurunan berkelanjutan pada Selasa, 14 Juli 2026.

Investor bereaksi terhadap laporan bahwa Meta Platforms memperluas strategi komputasi awan internalnya.

>>> Scottie Scheffler Tak Peduli Warisan Golf, Fokus pada Open Championship

Penjualan massal ini dipicu oleh kabar bahwa Meta memajukan inisiatif "Meta Compute" yang mengeksplorasi penjualan kapasitas komputasi AI berlebih.

Langkah raksasa teknologi ini mengancam prospek pertumbuhan perusahaan neocloud yang selama ini mengisi celah pasokan klaster GPU khusus.

Menurut data pasar yang dilaporkan FX Leaders, saham Nebius Group anjlok 17 persen pada Rabu, turun di bawah level support $230.

Penurunan ini merupakan kemunduran signifikan dari rekor tertingginya hampir $300 yang dicapai pada 22 Juni, meskipun saham masih mencatat kenaikan 154 persen secara year-to-date.

Pelemahan ini telah menggerus momentum teknis Nebius, mendorong sahamnya di bawah rata-rata pergerakan 20 hari.

Analis pasar memperingatkan bahwa tekanan jual yang berkelanjutan dapat mendorong saham ke fase korektif, bukan konsolidasi sementara.

>>> Chipotle Dikritik Saat Buka Restoran Pertama di Meksiko

Nebius menghadapi kerentanan tinggi karena konsentrasi pelanggan yang besar, terutama perjanjian senilai $27 miliar dengan Meta Platforms.

Kemitraan ini sebelumnya mendorong proyeksi pertumbuhan optimistis, namun kini menimbulkan risiko struktural jika Meta berhasil beralih ke kemandirian.

Sementara itu, IREN Limited mengalami tekanan pasar yang intens pada saat pergeseran strategisnya.

Perusahaan yang baru bertransisi dari penambangan Bitcoin ke pusat data komputasi AI bertenaga energi terbarukan ini telah mengalami tekanan jual berkelanjutan selama dua pekan terakhir.

Saham IREN kini menguji rata-rata pergerakan 50 minggu yang kritis pada grafik mingguan.

>>> iOS 27 Public Beta Resmi Dirilis, Ini Daftar iPhone yang Kompatibel

Analis keuangan menyebutkan bahwa penembusan di bawah level ini dapat membuka risiko penurunan lebih lanjut, berpotensi menuju level terendah sebelumnya di dekat $30 yang tercatat pada Maret.