Peringkat satu dunia Scottie Scheffler mengaku tidak terlalu memikirkan warisan kariernya saat bersiap mempertahankan gelar Claret Jug di The Open Championship.

Pernyataan itu disampaikan Scheffler dalam konferensi pers jelang turnamen, setelah ia gagal lolos cut di Scottish Open pekan lalu.

>>> Chipotle Dikritik Saat Buka Restoran Pertama di Meksiko

Ketika ditanya soal pandangan filosofisnya tentang kehidupan, Scheffler tersenyum dan berkata bahwa pada akhirnya semua orang akan mati.

"Apakah itu akan menjadi kutipan setelah 'apa gunanya?' tahun lalu?

Tahun ini kita semua akan mati," ujarnya.

Pegolf Amerika itu kemudian menjelaskan bahwa rekor dan statistik turnamen tidak berarti banyak baginya.

"Saya tidak pernah memikirkan bagaimana saya akan dikenang. Itu benar-benar tidak penting bagi saya dari segi pencapaian," katanya.

Scheffler menambahkan, "Saat saya mati, 'hei, Scottie memenangkan empat major dan 20 turnamen serta uang sebanyak ini' tidak berpengaruh apa pun pada saya."

Ia lebih menghargai hubungan antarmanusia dan cara bermain yang benar daripada menulis ulang buku sejarah.

"Sejarah bagi saya tidak begitu penting. Saya tidak ingin dikenang karena memenangkan turnamen.

Saya lebih suka dikenang karena cara saya melakukannya: melakukan hal yang benar, memperlakukan orang dengan benar," jelasnya.

Scheffler mengaku perspektifnya berubah seiring bertambahnya usia. Ia kini bisa meninggalkan intensitas kompetisi di lapangan begitu ronde selesai.

"Beberapa teman terbaik saya di dunia saya temui melalui golf. Dulu saya terlalu serius.

Kini saya lebih bisa membiarkan kompetisi menjadi kompetisi, dan setelah selesai, lepas topi, jabat tangan, dan lanjut ke pekan berikutnya," ujarnya.

Meski hanya meraih satu kemenangan turnamen musim ini, Scheffler merasa menemukan tujuan inti telah memberinya ketenangan pikiran.