Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) tengah menyelidiki wabah parasit cyclospora yang meluas di berbagai negara bagian.

Hingga Selasa lalu, tercatat 1.645 kasus terkonfirmasi dengan 145 pasien dirawat di rumah sakit. Lebih dari 5.100 kasus tambahan masih menunggu analisis.

>>> Negara Karibia Desak Raja Charles Dukung Dekolonisasi dan Kembalikan Kepulauan Virgin Britania

Wabah ini melanda Michigan, Ohio, Virginia Barat, dan Kentucky. Otoritas kesehatan federal dan negara bagian bekerja sama mencari sumber kontaminasi di rantai pasok makanan.

Lonjakan Kasus Musim Panas

Gwen Biggerstaff, wakil direktur divisi penyakit bawaan makanan, air, dan lingkungan CDC, mengatakan jumlah infeksi sebenarnya hampir pasti lebih tinggi.

Banyak orang dengan gejala ringan tidak mencari pengobatan atau tidak dites. Ia menambahkan bahwa musim panas ini menunjukkan lonjakan kasus siklosporiasis yang tidak biasa.

>>> Royale Pass A23 PUBG Mobile Bocor, Hadirkan Skin Naruto Gratis

Biggerstaff juga menyoroti keterbatasan sumber daya yang dihadapi otoritas kesehatan daerah dalam menangani wabah. Meski demikian, CDC tetap aktif mendukung upaya pelacakan lokal.

Donald Prater, pelaksana tugas wakil komisioner FDA untuk makanan, menyebut cyclospora sebagai agen yang menantang. Tim investigasi FDA bekerja keras menelusuri semua petunjuk dari CDC.

Di Michigan, pejabat negara bagian melaporkan lebih dari 2.800 kasus akibat perbedaan pelaporan. Mereka mengidentifikasi satu komoditas tertentu sebagai tersangka utama sumber kontaminasi.

>>> MAGER Resmi Luncurkan Fitur 'Party Match' untuk Pengalaman Multiplayer Lebih Seru

CDC sebelumnya menekankan perlunya upaya komprehensif untuk meningkatkan keamanan pangan. Data terbaru menunjukkan peningkatan statistik mungkin disebabkan deteksi yang lebih baik, bukan peningkatan kasus sebenarnya.