PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membuka peluang melakukan pembelian kembali saham (buyback) di tengah tekanan pasar global yang memengaruhi pergerakan saham emiten BUMN.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan opsi buyback tersebut akan diarahkan untuk mendukung kepemilikan saham bagi karyawan.

in1

>>> PLN IP Kirim Perdana Biomassa Sorgum Dust untuk Co-Firing PLTU Pelabuhan Ratu

Metode ini dipertimbangkan karena porsi saham publik BBTN telah berada pada batas ketentuan minimum.

“Saat ini harga saham BBTN sudah cukup undervalued, sehingga kemungkinan yang bisa kami kaji adalah pembelian saham untuk kebutuhan program karyawan seperti bonus atau stock option,” jelas Nixon dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Nixon menegaskan rencana buyback saham masih dalam tahap kajian dan akan dimasukkan dalam Rancangan Bisnis Bank (RBB).

“Saat ini belum masuk dalam Rencana Bisnis Bank [RBB], tetapi akan kami coba kaji untuk dimasukkan dalam revisi RBB,” tutur Nixon.

Buyback Dinilai Wajar oleh Danantara

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menilai buyback merupakan aksi korporasi yang wajar, terutama ketika harga saham belum mencerminkan fundamental perusahaan.

“Buyback itu sebenarnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu bisa menjadi pilihan.

Daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi pada saham perusahaan sendiri apabila memang fundamentalnya kuat,” ujar Dony.

>>> Meriahkan PRJ 2026, JBS Perkasa Hadirkan Promo Pintu Baja FORTRESS dan Interior Premium MEVVAH

Menurut Dony, sejumlah perusahaan BUMN memiliki fundamental bisnis yang solid, termasuk sektor perbankan, pertambangan, infrastruktur, hingga pengembangan usaha lainnya.

Perusahaan dengan fundamental baik berpotensi terus menciptakan nilai bagi pemegang saham.