Pemerintah memastikan tidak akan memberikan kompensasi tambahan kepada masyarakat yang terdampak pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa berbagai bentuk subsidi dan kebijakan diskon yang telah diberikan dinilai sudah mencukupi.

in1

>>> Helikopter Coast Guard Jatuh di Alaska Selatan, Empat Kru Selamat

“Diskon sudah barang subsidi, enggak ada lagi,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Meski demikian, Airlangga mengakui bahwa gangguan pemadaman listrik bergilir tetap berdampak terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Pemerintah telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) dan Kementerian ESDM untuk memastikan pemulihan sistem kelistrikan dapat segera diselesaikan.

PLN: Sistem Kelistrikan Mulai Membaik

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan di Jawa-Bali mulai membaik.

Salah satu pembangkit besar yang sempat terganggu berhasil kembali beroperasi dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa.

>>> Netanyahu Ogah Ikuti Kesepakatan Iran-Amerika: Pasukan Israel Akan Tetap Bertahan di Lebanon

“Tadi malam satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan mulai memasok listrik,” ujar Darmawan.

Sejak pemulihan tersebut, pemadaman bergilir mulai dapat diminimalkan meskipun proses stabilisasi sistem masih terus dilakukan.

Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak dan meminta dukungan publik agar proses pemulihan berjalan lancar.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat,” katanya.

PLN disebut telah memperbaiki tata kelola rantai pasok energi primer dan memperkuat operasional pembangkit untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

>>> Pacar Sarwendah Keciduk Ikuti Ruben Onsu dan Anak, Netizen Geram

Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga dinilai berperan dalam memberikan dukungan dan arahan dalam penanganan gangguan tersebut.