Awan Magellan Kecil (SMC) adalah galaksi katai tidak beraturan yang terlihat sebagai gumpalan samar di langit malam belahan selatan.

Galaksi ini berjarak sekitar 210.000 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki diameter sekitar 20.000 tahun cahaya.

>>> Meta Alihkan Fokus ke AI Setelah Pemangkasan Ribuan Karyawan

Meskipun memiliki beberapa miliar bintang, jumlah itu masih beberapa ratus kali lebih sedikit dibandingkan Bima Sakti.

Pasangan Kosmik dengan Hubungan yang Rumit

SMC tidak sendirian. Bersama tetangganya, Awan Magellan Besar (LMC), keduanya membentuk sepasang galaksi satelit yang mengorbit Bima Sakti.

Keduanya terpisah sekitar 75.000 tahun cahaya, tetapi telah berinteraksi secara gravitasi selama miliaran tahun.

Interaksi ini merobek jembatan gas dan bintang di antara mereka, seperti Jembatan Magellan yang terkenal.

Para astronom menduga keduanya mungkin saling berpapasan atau bertabrakan sekitar 150 juta tahun lalu.

Pemetaan Tarian Galaksi

Sebuah tim internasional menggunakan data sebelas tahun dari survei VMC (Vista Survey of the Magellanic Clouds) untuk meneliti pergerakan bintang di SMC.

Teleskop Vista di Observatorium Eropa Selatan di Chili memungkinkan mereka menembus awan debu dan mempelajari populasi bintang dari yang berusia puluhan juta tahun hingga raksasa merah berusia miliaran tahun.

Antara 2010 dan 2022, survei inframerah ini melacak pergerakan hampir 760.000 bintang SMC dengan presisi tinggi.

Hasilnya mengejutkan: alih-alih rotasi teratur, bintang-bintang SMC menunjukkan pola ekspansi masif.

Bintang-bintang bergerak menjauh dari pusat sepanjang sumbu tenggara-barat laut dengan kecepatan rata-rata sekitar 17 kilometer per detik.

>>> Arema FC Pertahankan Skuad Utama dan Bidik Pemain Baru

Perilaku ini terjadi tidak hanya di daerah luar, tetapi juga di inti galaksi.