Simulasi Komputer Ungkap Tata Surya Pernah Miliki Dua Planet Raksasa Tambahan
Sebuah studi baru mengungkap kemungkinan mengejutkan tentang sejarah awal Tata Surya. Lingkungan kosmik kita diduga pernah memiliki satu hingga dua planet raksasa tambahan yang kini telah hilang.
Planet-planet yang lenyap tersebut diperkirakan bermassa besar dan masuk dalam kategori super-Bumi atau planet es raksasa seukuran Neptunus.
>>> Akamai Catat Pendapatan USD 1 Miliar di Asia Pasifik, Fokus pada AI Edge
Kehadiran mereka di masa lalu diduga memicu ketidakstabilan gravitasi yang kuat.
Para astronom menemukan indikasi ini setelah menjalankan lebih dari 100 simulasi komputer untuk merekonstruksi evolusi Tata Surya sejak miliaran tahun lalu.
Hasil riset tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Icarus.
Berdasarkan pemodelan, susunan orbit benda langit saat ini menjadi lebih mudah dijelaskan jika melibatkan planet tambahan.
Sebanyak 40 persen simulasi terbaik dimulai dengan konfigurasi lima planet raksasa, sedangkan sisanya membutuhkan enam planet raksasa.
Dalam skenario dengan enam planet raksasa, interaksi gravitasi yang sangat kuat dengan Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus membuat dua planet tambahan mengalami gangguan hebat.
>>> Model AI Canggih Mulai Tunjukkan Kemampuan Cegah Rekannya Dimatikan
Akibatnya, kedua planet tersebut terlempar keluar menuju ruang antarbintang.
Peristiwa destruktif ini diperkirakan berlangsung selama ratusan juta tahun setelah Matahari terbentuk.
Meski menyebabkan kekacauan pada orbit planet-planet muda, proses pembersihan ini justru membantu membentuk susunan Tata Surya yang stabil seperti sekarang.
Model simulasi dengan dua planet tambahan ini juga mampu menjawab misteri bertahannya sistem satelit alami milik Jupiter dan Uranus.
Orbit bulan-bulan utama di kedua planet tersebut tercatat tetap terjaga dengan baik dalam simulasi.
Sebaliknya, pengujian yang hanya menyertakan satu planet tambahan justru membuat beberapa bulan di Uranus menjadi tidak stabil.
>>> Fitur Keamanan Claude Fable 5 Picu Protes, Anthropic Minta Maaf
Penemuan ini memperkuat teori bahwa banyak sistem planet di alam semesta juga mengalami proses pengusiran planet pada tahap awal evolusinya.
Update Terbaru
PT Bukit Asam Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp1,32 Triliun
Jumat / 12-06-2026, 00:21 WIB
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tidak Berubah
Jumat / 12-06-2026, 00:21 WIB
Suku Bunga BI Naik ke 5,5%, Saham Properti Tertekan
Jumat / 12-06-2026, 00:21 WIB
Menkeu Purbaya Tak Hitung Dampak Fiskal Migrasi Pertamax ke Pertalite
Jumat / 12-06-2026, 00:20 WIB
GP Ansor Lakukan Penyegaran Pengurus demi Hadapi Tantangan Kebangsaan
Jumat / 12-06-2026, 00:20 WIB
Timnas Ceko Hadapi Korea Selatan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 00:20 WIB
BI Rate Naik ke 5,50%: Strategi Jaga Kredibilitas di Tengah Tekanan Global
Jumat / 12-06-2026, 00:20 WIB
Rupiah Melemah Dekati Rp 18.000 per Dolar AS Akibat Tekanan Eksternal
Jumat / 12-06-2026, 00:17 WIB
Pemerintah Tetapkan Libur Nasional Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Jumat / 12-06-2026, 00:17 WIB
Bahlil Pastikan Pemulihan Listrik di Jawa Berlangsung Cepat
Jumat / 12-06-2026, 00:17 WIB
UMM Bangun Pabrik Infus di Lahan 14 Hektare di Malang, Target Beroperasi 2027
Jumat / 12-06-2026, 00:16 WIB
Dean Huijsen Jaga Kondisi Fisik di Bali United Training Center
Jumat / 12-06-2026, 00:16 WIB
Pemerintah Salurkan Dana PIP 2026 untuk Siswa Kurang Mampu
Jumat / 12-06-2026, 00:16 WIB
UEFA Tunjuk Wasit Somalia Omar Artan Pimpin Piala Super Eropa 2026
Jumat / 12-06-2026, 00:16 WIB






