Menurut penulis, ini adalah contoh klasik peregangan akibat gaya pasang surut gravitasi dari Awan Magellan Besar.

Galaksi yang Tidak Seimbang

Hasil paling mencolok adalah tidak adanya bukti rotasi keseluruhan pada SMC.

Setelah efek pasang surut diperhitungkan, pergerakan bintang hampir seluruhnya radial—mereka ditarik dan didistribusikan ulang, bukan berputar dalam lingkaran koheren.

Para peneliti menyimpulkan bahwa model yang menggambarkan SMC sebagai piringan berotasi terlalu menyederhanakan dinamika sebenarnya.

Temuan juga menunjukkan bahwa populasi bintang yang berbeda merespons secara berbeda: bintang muda dan menengah menunjukkan gerakan keluar terkuat, sementara bintang tua menyimpan jejak interaksi lebih dari dua miliar tahun lalu.

Observasi ini menjadi arsip nyata pertemuan masa lalu antara kedua galaksi.

Yang lebih penting, hal ini mengonfirmasi bahwa saat ini Awan Magellan Kecil berada dalam keadaan ketidakseimbangan dinamis yang signifikan.

Tabrakan berulang dengan LMC dan pengaruh gravitasi Bima Sakti dapat terus mendistorsi atau bahkan merobek struktur SMC seiring waktu kosmik.

Kisah Galaksi Berlanjut

Dengan alat baru untuk menelusuri sejarah turbulen ini, para astronom kini memiliki cara untuk memahami bagaimana galaksi berevolusi saat mengalami gaya pasang surut dari tetangganya.

>>> Perbanas: Penurunan Kredit UMKM Akibat Rendahnya Permintaan, Bukan Penolakan Bank

Temuan ini dipublikasikan di jurnal Astronomy & Astrophysics.