Para pencinta astronomi sering menantikan gerhana sebagai fenomena langit yang menarik. Namun, gerhana jarang terjadi sendirian.

Kebanyakan gerhana muncul secara berpasangan dalam kurun waktu beberapa minggu. Fenomena kosmis ini terjadi karena adanya musim gerhana.

>>> Kylian Mbappe Cetak Dua Gol, Perancis Taklukkan Senegal dan Ukir Rekor Baru

Musim gerhana adalah jendela waktu sekitar 31 hingga 37 hari yang terjadi dua kali dalam setahun. Pada periode ini, posisi matahari, bumi, dan bulan berada dalam keselarasan sempurna.

Kunci utama di balik fenomena berpasangan ini terletak pada kemiringan orbit bulan saat mengitari bumi.

Bulan mengitari bumi dengan sudut kemiringan sekitar 5 derajat terhadap bidang orbit bumi mengitari matahari atau ekliptika.

Kemiringan ini membuat bulan biasanya melintas terlalu tinggi atau terlalu rendah di atas bidang bumi.

Akibatnya, bayangan bulan sering luput dan tidak menghasilkan gerhana pada setiap fase bulan baru atau bulan purnama.

Namun, jalur orbit bulan akan memotong bidang orbit bumi di dua titik persimpangan yang disebut titik simpul dua kali dalam setahun.

>>> Tabel Angsuran KUR BRI Juni 2026: Cicilan Pinjaman Rp60 Juta Mulai Rp1,18 Juta

Ketika bumi berada di titik yang tepat sehingga matahari sejajar dengan titik simpul ini, musim gerhana dimulai.

Dalam satu musim gerhana, bulan bergerak mengelilingi bumi dan dipastikan melewati kedua titik simpul tersebut.

Satu siklus fase bulan dari bulan baru ke bulan baru berikutnya membutuhkan waktu sekitar 29,5 hari.

Durasi tersebut lebih pendek dari jendela waktu musim gerhana, sehingga bulan akan mengalami dua fase ekstrem dalam periode itu.

Saat bulan berada di antara bumi dan matahari atau fase bulan baru, ia menghalangi cahaya matahari dan menciptakan gerhana matahari.

Sekitar dua minggu berikutnya, bulan bergerak ke sisi berlawanan dari bumi atau fase bulan purnama. Pada momen tersebut, bulan masuk ke dalam bayangan bumi dan menciptakan gerhana bulan.

>>> Lionel Messi Cetak Rekor Enam Edisi Piala Dunia

Urutan kemunculan fenomena ini juga bisa terjadi sebaliknya, tergantung pada jenis gerhana yang memulainya terlebih dahulu. Dengan demikian, gerhana matahari dan bulan selalu datang berpasangan dalam hitungan minggu.