Kebiasaan mengonsumsi ikan sejak dini terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kecerdasan anak.

Para peneliti dari Universitas Pennsylvania menemukan bahwa anak yang rutin makan ikan memiliki skor IQ lebih tinggi dibandingkan yang jarang atau tidak mengonsumsinya.

>>> Bank Indonesia Catat Penjualan Eceran Mei 2026 Masih Terkontraksi

Perbedaan skor IQ mencapai 4 poin pada kelompok anak yang mengonsumsi ikan. Peningkatan ini berkaitan erat dengan kemampuan nutrisi ikan dalam memperbaiki kualitas tidur dan meningkatkan fokus anak.

Kualitas tidur yang baik menjadi faktor penghubung antara asupan ikan dan perkembangan kognitif jangka panjang.

Seorang peneliti menyatakan bahwa studi ini adalah yang pertama menunjukkan konsumsi ikan sering dapat mengurangi masalah tidur pada anak.

Para ahli kesehatan menyarankan orang tua membiasakan anak makan ikan sejak dini. Langkah awal bisa dengan menjadwalkan menu ikan minimal satu kali seminggu bagi anak yang kurang menyukainya.

>>> Nonton Download Film Animasi Garuda di Dadaku (2026) di Bioskop Bukan LK21: Atmosfer Stadion Terasa Dekat dan Meyakinkan

Jenis Asam Lemak dan Pilihan Ikan yang Aman

Nutrisi utama ikan adalah asam lemak omega-3 rantai panjang, terutama EPA dan DHA. Asupan ini tidak hanya baik untuk kecerdasan otak, tetapi juga menyehatkan fungsi jantung.

Orang tua perlu cermat memilih ikan karena beberapa jenis mengandung merkuri tinggi yang berbahaya. Paparan merkuri berisiko bagi anak-anak, ibu hamil, menyusui, dan lansia.

Pilihan ikan dengan asam lemak tinggi namun rendah merkuri meliputi teri, capelin, char, hake, herring, mackerel Atlantik, mullet, pollock, salmon, smelt, trout pelangi, dan whitefish danau.

Seafood lain seperti kepiting biru, udang, kerang, remis, dan tiram juga menjadi alternatif baik.

>>> Pemerintah Susun RPPEM Nasional untuk Perkuat Tata Kelola Mangrove

Seluruh jenis ikan ini kaya akan vitamin D dan mineral seperti selenium, yodium, magnesium, besi, serta tembaga.