MoU Iran-AS: Pemerintah Diminta Pantau Harga Minyak Dunia
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta pemerintah, khususnya di sektor energi, terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia.
Hal ini menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
>>> Suporter Kolombia Tewas di Guadalajara, Meksiko Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Rivqy juga meminta pemerintah menyikapi perubahan harga minyak dunia dalam kebijakan energi nasional. Termasuk dalam penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
"Apabila tren harga minyak turun dan faktor-faktor pembentuk harga BBM memungkinkan, maka masyarakat juga berhak menikmati penurunan harga BBM di dalam negeri," ujar Rivqy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan, jika harga minyak dunia turun tetapi harga BBM belum bisa diturunkan, pemerintah perlu memberikan penjelasan terbuka kepada publik.
"Kalau masih ada faktor negatif yang membuat ruang penurunan harga BBM terbatas, silakan disampaikan secara terbuka.
Namun, seluruh kebijakan harus tetap berada dalam koridor yang berkeadilan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas," katanya.
Di sisi lain, Rivqy mendorong pemerintah mempercepat langkah strategis menuju kemandirian energi nasional.
Langkah itu meliputi peningkatan produksi migas domestik, optimalisasi eksplorasi dan eksploitasi sumber daya energi, serta penguatan investasi di sektor energi.
>>> 5 Rekomendasi Mesin Cuci Komersial Terbaik untuk Bisnis Laundry
Menurut dia, langkah tersebut perlu dipercepat karena besarnya pengaruh dinamika global terhadap kondisi dalam negeri, khususnya sektor migas.
"Perkembangan di belahan dunia lain, mulai dari konflik, ketegangan politik, hingga kesepakatan antarnegara, bisa langsung berdampak pada harga energi yang dirasakan masyarakat Indonesia.
Ini menunjukkan bahwa sektor migas kita masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Kamis (18/6) menanggapi dinamika hubungan AS dan Iran.
Menurut dia, pemerintah masih mencermati dampak MoU perdamaian tersebut, terutama terhadap penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Data penelusuran ANTARA menyebutkan, dalam sepekan terakhir harga minyak mentah dunia cenderung melemah.
>>> Kemenkeu Matangkan Penerbitan Panda Bond Berdenominasi Yuan di Beijing
Minyak Brent yang sempat di atas 90 dolar AS per barel kini turun ke bawah 80 dolar AS per barel, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global setelah tercapainya kesepakatan perdamaian AS-Iran.
Update Terbaru
Jalur Sepeda di Palangka Raya Diapresiasi Pesepeda
Jumat / 19-06-2026, 19:40 WIB
Fayzullaev, Pencetak Gol Bersejarah Uzbekistan yang Tolak Julukan Messi Baru
Jumat / 19-06-2026, 19:40 WIB
Daur Ulang Bukan Jawaban: Temuan Ini Bisa Mengubah Segalanya
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Allo Bank Festival 2026 Digelar Besok, Persiapkan Hal Ini
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Menpora: Prabowo Dorong Pembentukan Akademi Olahraga dari SD hingga SMA
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Business Development Officer untuk Fresh Graduate
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Pemerintah Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Mulai Juli 2026
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Dirut BPJS TK: Program Perisai Makassar Layak Jadi Percontohan Nasional
Jumat / 19-06-2026, 19:35 WIB
Fisikawan Berhasil Ciptakan Jam Nuklir Pertama di Dunia
Jumat / 19-06-2026, 19:35 WIB
Butet Kartaredjasa Serahkan 14 Lukisan Kaca Jalan Salib kepada Paus Leo XIV
Jumat / 19-06-2026, 19:35 WIB
Oh Boy, Was I Wrong About Her Anime Rilis Visual dan Trailer Baru, Tayang 6 Juli
Jumat / 19-06-2026, 19:32 WIB
Migrant Watch Desak Malaysia Usut Tuntas Penganiayaan PMI
Jumat / 19-06-2026, 19:32 WIB
Migrant Watch Desak Pemerintah Bentuk Satgas Pelindungan PMI
Jumat / 19-06-2026, 19:30 WIB
BKKBN Sumsel Tekan Fatherless Lewat Program Gemar Ayah Ambil Rapor
Jumat / 19-06-2026, 19:30 WIB






