BPBD Lumajang Minta Warga Tetap Waspada saat Aktivitas Semeru Meningkat
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengingatkan warga untuk tetap waspada seiring meningkatnya aktivitas Gunung Semeru.
Ia menekankan bahwa kewaspadaan diperlukan, namun masyarakat tidak perlu panik. Warga diminta mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.
>>> MoU Iran-AS: Pemerintah Diminta Pantau Harga Minyak Dunia
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pemerintah desa, relawan kebencanaan, dan pihak terkait lainnya.
Koordinasi ini bertujuan memastikan perkembangan aktivitas Gunung Semeru dapat dipantau secara berkelanjutan.
Berdasarkan laporan PVMBG, pada Jumat pukul 07.21 WIB teramati erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke utara serta barat laut.
Aktivitas tersebut juga disertai awan panas guguran yang mengarah ke Besuk Kobokan dengan jarak luncur sekitar 4,5 kilometer.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru terus memantau kondisi gunung.
Isnugroho mengimbau masyarakat tidak panik dan selalu mengikuti informasi resmi. Informasi dari lembaga berwenang menjadi rujukan penting untuk memahami kondisi terkini dan mengambil langkah antisipasi.
>>> Suporter Kolombia Tewas di Guadalajara, Meksiko Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Status Gunung Semeru saat ini Level III (Siaga).
Status ini menunjukkan aktivitas masih memerlukan pemantauan dan kewaspadaan, namun tidak berarti seluruh wilayah Lumajang dalam kondisi berbahaya.
Pembatasan aktivitas hanya berlaku di kawasan tertentu berdasarkan hasil pemantauan dan kajian teknis PVMBG. Masyarakat di luar kawasan rawan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak erupsi.
Di luar jarak tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar.
Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
>>> 5 Rekomendasi Mesin Cuci Komersial Terbaik untuk Bisnis Laundry
Kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar pada aliran sungai yang berhulu di gunung tersebut, terutama saat hujan di kawasan puncak.
Update Terbaru
Jalur Sepeda di Palangka Raya Diapresiasi Pesepeda
Jumat / 19-06-2026, 19:40 WIB
Fayzullaev, Pencetak Gol Bersejarah Uzbekistan yang Tolak Julukan Messi Baru
Jumat / 19-06-2026, 19:40 WIB
Daur Ulang Bukan Jawaban: Temuan Ini Bisa Mengubah Segalanya
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Allo Bank Festival 2026 Digelar Besok, Persiapkan Hal Ini
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Menpora: Prabowo Dorong Pembentukan Akademi Olahraga dari SD hingga SMA
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Business Development Officer untuk Fresh Graduate
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Pemerintah Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Mulai Juli 2026
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Dirut BPJS TK: Program Perisai Makassar Layak Jadi Percontohan Nasional
Jumat / 19-06-2026, 19:35 WIB
Fisikawan Berhasil Ciptakan Jam Nuklir Pertama di Dunia
Jumat / 19-06-2026, 19:35 WIB
Butet Kartaredjasa Serahkan 14 Lukisan Kaca Jalan Salib kepada Paus Leo XIV
Jumat / 19-06-2026, 19:35 WIB
Oh Boy, Was I Wrong About Her Anime Rilis Visual dan Trailer Baru, Tayang 6 Juli
Jumat / 19-06-2026, 19:32 WIB
Migrant Watch Desak Malaysia Usut Tuntas Penganiayaan PMI
Jumat / 19-06-2026, 19:32 WIB
Migrant Watch Desak Pemerintah Bentuk Satgas Pelindungan PMI
Jumat / 19-06-2026, 19:30 WIB
BKKBN Sumsel Tekan Fatherless Lewat Program Gemar Ayah Ambil Rapor
Jumat / 19-06-2026, 19:30 WIB






