Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Kamis (16/5) petang.

Tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak.

>>> Kemensos Salurkan BPNT 2026 Rp200 Ribu per Bulan, Dibagi Empat Tahap

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan erupsi terjadi pukul 17.15 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya.

Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 165 detik. Tinggi kolom letusan sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sepanjang hari, sejak pukul 05.00 WIB hingga 17.30 WIB, Gunung Semeru tercatat erupsi sebanyak 12 kali.

Tinggi letusan bervariasi antara 500 meter hingga 1.200 meter di atas puncak.

Status Siaga dan Imbauan

Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

>>> Rockstar Games Umumkan Jadwal Pre-Order GTA 6, Mulai 25 Juni 2026

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Hal ini karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Mukdas juga melarang aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak karena rawan lontaran batu pijar.

Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,75% untuk Stabilkan Rupiah

Daerah yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai dari Besuk Kobokan.