Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Jumat pagi, 16 Mei 2025.

Erupsi disertai Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 4,5 kilometer.

in1

>>> Rupiah Melemah Tertekan Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian melaporkan erupsi terjadi pukul 07.21 WIB.

Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Abu condong ke arah utara dan barat laut.

Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 5 menit 33 detik.

"Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan," ujar Mukdas Sofian.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru telah mengalami enam kali erupsi dengan tinggi letusan 700 meter hingga 1.000 meter di atas puncak.

>>> RUPS PLN 2026 Ubah Susunan Direksi dan Tambah Posisi Wakil Direktur Utama

Saat ini status aktivitas vulkanik berada pada Level III atau Siaga.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.

Di luar jarak tersebut, aktivitas dilarang pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Larangan itu karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah karena rawan lontaran batu pijar.

Warga diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

>>> Personalfinance: Metode 50/30/20 untuk Hitung Biaya Hidup Ideal Bulanan

Terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai dari Besuk Kobokan.