Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap di angka 5 persen flat.

Kepastian ini diberikan di tengah tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang mempengaruhi sektor perumahan.

in1

>>> BMW Pangkas Proyeksi Laba Akibat Tekanan Pasar China dan Konflik Timur Tengah

"Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau," ujar Maruarar dalam pernyataan yang dikutip dari Antara, Sabtu (20/6/2026).

Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi calon pembeli rumah subsidi. Skema bunga flat membuat cicilan bulanan tidak melonjak, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Pemerintah Siapkan Tenor KPR Hingga 40 Tahun

Selain mempertahankan bunga, pemerintah juga mematangkan rencana perpanjangan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun. Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Maruarar menjelaskan diskusi mengenai tenor panjang terus berlangsung secara intensif. Aturan baru akan segera diimplementasikan setelah regulasi resmi terbit.

"Terima kasih atas dukungan Danantara Pak Rosan dan BP BUMN Pak Dony.

>>> Anime Classroom of the Elite Season 4 Episode 11 Sub Indo Resmi Rilis

Semua masih on the track dan ada beberapa isu yang kita persiapkan soal Meikarta tentunya dan hari Senin saya akan ke BPKP untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan aturan yang ada," ujarnya.

Realisasi Pembiayaan Rumah Subsidi

Kementerian PKP mencatat realisasi penyaluran dana FLPP sepanjang 2026 telah mencapai 78.277 unit hunian.

Angka ini setara dengan 22,36 persen dari target tahunan sebanyak 350.000 unit.

Capaian tersebut menjadi bagian dari Program 3 Juta Rumah yang merupakan prioritas nasional. Maruarar juga menghadiri pertemuan dengan Danantara Indonesia untuk merumuskan langkah strategis percepatan pembangunan perumahan.

Optimalisasi Aset Rumah Susun BUMN

Pemerintah mulai memanfaatkan aset rumah susun milik BUMN sebagai hunian alternatif. Pendataan inventaris rusun BUMN menjadi agenda utama agar aset negara lebih produktif.

>>> Link Baca Boruto Two Blue Vortex Chapter 34 Resmi Rilis

Sektor perbankan, termasuk Bank Rakyat Indonesia, turut mendukung Program Gentengisasi. Pemerintah juga merancang Instruksi Presiden yang diinisiasi Danantara untuk mempercepat perumahan nasional.