Memasuki musim kemarau, pemilik kendaraan harus memastikan sistem pendingin kabin atau AC bekerja optimal. Salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian ekstra adalah kondensor AC.

Komponen yang terletak di balik grille depan ini berfungsi membuang panas dari sistem AC. Proses tersebut membuat udara yang diembuskan ke kabin tetap sejuk saat cuaca panas.

in1

>>> BRI dan JD Sports Hadirkan Puma Speedcat Ballet di Makassar

Letaknya di bagian depan membuat kondensor rentan terkena debu, kotoran, dan partikel jalanan. Performa sistem pendingin udara bisa menurun jika kebersihannya tidak dijaga.

Pentingnya Kebersihan Kondensor

Asst.

to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, mengatakan kondensor merupakan komponen krusial yang sering luput dari perhatian pemilik mobil.

"Salah satu potensi yang dapat mempengaruhi kinerjanya adalah kotoran. Jika dibiarkan dapat mempengaruhi kinerja AC, ataupun membebani komponen lainnya," ujarnya.

Kondensor umumnya terbuat dari aluminium karena mampu menghantarkan panas dengan baik dan tahan korosi.

Komponen ini mengubah refrigeran dari gas bertekanan tinggi menjadi cair dengan melepaskan panas ke udara luar.

Aliran udara saat mobil melaju atau kipas tambahan (extra fan) saat berhenti membantu proses pelepasan panas.

>>> Garena Bagi 45 Kode Redeem Free Fire dan Diskon Event Lucky Wheel

Efektivitas pendinginan sangat ditentukan oleh kebersihan kondensor karena memiliki kisi-kisi halus dan ribuan sirip tipis.

Risiko Kondensor Kotor

Penumpukan debu pada sirip kondensor dapat menghambat pembuangan panas. Akibatnya, AC menjadi kurang dingin karena suhu udara yang dihasilkan tidak maksimal.

Tekanan tinggi pada sistem juga membuat kompresor AC bekerja lebih keras. Kondisi ini mempercepat keausan kompresor dan berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar.