Wakil Presiden Gibran Rakabuming menegaskan Indonesia harus memastikan kemandirian pangan dan tidak boleh bergantung pada negara lain.

Hal itu disampaikannya saat membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Sabtu.

in1

>>> Pasangan AS Menangkan Hak Asuh Permanen Bayi IVF yang Tertukar Ras

Gibran menyoroti pentingnya peran petani dan nelayan dalam mencapai kemandirian pangan di tengah dinamika global saat ini.

"Kemandirian pangan adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden, apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif.

Negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain," ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah isu terkait ketahanan pangan, terutama tata kelola pertanian dan perikanan.

"Mulai dari menjaga alih fungsi lahan pertanian, kemudahan petani mendapatkan bibit unggul dan akses permodalan, kepastian offtaker, stabilitas harga, mekanisme pergudangan, penyaluran pupuk subsidi yang efisien dan tepat waktu," kata Gibran.

>>> Brasil Hajar Haiti Tiga Gol Tanpa Balas di Piala Dunia 2026

Gibran juga berterima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang telah memangkas 145 regulasi terkait distribusi pupuk.

Pemerintah juga telah melakukan revitalisasi dan pembangunan pabrik pupuk serta penyediaan bahan baku pupuk di sejumlah lokasi.

PENAS XVII Tahun 2026 merupakan ajang temu akbar petani dan nelayan dari seluruh Indonesia yang dipusatkan di Provinsi Gorontalo.

Sebanyak 13 ribu orang terdaftar mengikuti acara ini, dengan peserta terbanyak dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur.

>>> IHSG Melesat 4,95 Persen dalam Sepekan di Tengah Tekanan Sentimen MSCI

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Koordinator Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, dan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding.