PT PLN (Persero) kembali mengalirkan pasokan batu bara ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa pada Jumat (20/6/2026) malam.

Langkah ini diambil untuk mengatasi kelangkaan stok energi listrik di wilayah tersebut.

in1

>>> Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 47 Orang, 97 Terluka

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa distribusi menyasar PLTU milik PLN dan swasta (IPP).

Di wilayah barat, pasokan dikirim ke PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya 1-8, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, serta Indramayu.

Sementara itu, wilayah timur meliputi PLTU Paiton 1, 2, dan 9, Rembang, Pacitan, hingga Tanjung Awar-Awar.

"Saat ini, proses penyaluran medium rank coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa," ujar Darmawan Prasodjo.

Kendala Teknis dan Defisit Pasokan

Selain masalah pasokan, PLN juga menangani kendala teknis pada dua pembangkit besar milik swasta yang tiba-tiba keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

>>> Melatih Rasa Syukur untuk Menghentikan Kebiasaan Membandingkan Diri

Perbaikan dilakukan secara kolaboratif agar interkoneksi daya segera normal.

"Kami mengerahkan tim PLN bersama mitra agar perbaikan dua PLTU besar ini berjalan cepat dan lancar, sehingga bisa pulih dan kembali memasok listrik di Pulau Jawa," kata Darmawan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi adanya defisit operasional pemenuhan batu bara nasional.

Target kebutuhan batu bara PLN tahun 2026 mencapai 154 juta ton, namun baru terealisasi 134 juta ton.

>>> Brasil Hajar Haiti 3-0 di Babak Pertama, Matheus Cunha Borong Dua Gol

"Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 juta sampai 20 juta ton yang belum. Jadi overall enggak ada masalah," kata Bahlil.