MSC Dukung Penguatan Data Tuna Indonesia Bersama BRIN dan AP2HI
Organisasi nirlaba global Marine Stewardship Council (MSC) mendukung penguatan data tuna Indonesia melalui riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui proyek penelitian bertajuk Improving the Reliability of Operational Catch and Effort Data to Support Harvest Strategy of Skipjack Tuna in Indonesia Archipelagic Waters.
>>> PLN Kembali Pasok Batu Bara ke PLTU di Pulau Jawa
Proyek ini diluncurkan di Harris Hotel, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis (18/6).
Direktur Program MSC Indonesia Hirmen Syofyanto mengatakan pengelolaan perikanan yang efektif membutuhkan data yang kuat, kolaborasi multipihak, dan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan.
Menurut dia, proyek tersebut diharapkan menghasilkan data dan pembelajaran yang dapat mendukung pengambilan keputusan pengelolaan tuna cakalang di Indonesia.
Riset difokuskan pada peningkatan keandalan data tangkapan dan upaya penangkapan ikan melalui penguatan sistem pemantauan operasional, penggunaan e-logbook, penempatan enumerator di kapal, serta pengembangan indeks kelimpahan stok.
CEO AP2HI Janti Djuari menekankan bahwa penguatan kualitas data operasional menjadi kunci agar penilaian stok tuna cakalang dapat dilakukan secara lebih akurat.
>>> Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 47 Orang, 97 Terluka
"Dengan data yang akurat, kebijakan Harvest Strategy yang diambil akan jauh lebih efektif, objektif, dan mampu melindungi mata pencaharian nelayan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut," ujarnya.
Kepala Pusat Riset Sistem Biota Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Decky Darmawan mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen riset yang didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan industri.
Menurut dia, sektor perikanan tuna memiliki peran penting bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat pesisir sehingga membutuhkan dukungan data dan penelitian yang kuat.
Indonesia merupakan salah satu produsen tuna terbesar di dunia. Karena itu, penguatan kualitas data perikanan dinilai penting untuk mendukung strategi pengelolaan tuna cakalang yang berkelanjutan.
>>> Melatih Rasa Syukur untuk Menghentikan Kebiasaan Membandingkan Diri
Melalui Ocean Stewardship Fund (OSF), MSC sejak 2020 telah menyalurkan pendanaan sekitar 540 ribu poundsterling di Indonesia untuk mendukung pengembangan perikanan berkelanjutan dan peningkatan kapasitas di sektor kelautan.
Update Terbaru
Ahli Gizi Ungkap Cara Mudah Atasi Ngantuk Setelah Makan Siang
Sabtu / 20-06-2026, 12:45 WIB
Bapanas: Produksi Beras RI Tertinggi di Asia Tenggara, Peringkat Keempat Dunia
Sabtu / 20-06-2026, 12:45 WIB
Allo Bank Gandeng Weverse untuk Top Up Mata Uang Jelly Pakai Rupiah
Sabtu / 20-06-2026, 12:45 WIB
Polda Metro Jaya Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Pesisir Jakut
Sabtu / 20-06-2026, 12:44 WIB
Miguel Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Prestianni di Piala Dunia 2026
Sabtu / 20-06-2026, 12:40 WIB
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dua Kekalahan Beruntun
Sabtu / 20-06-2026, 12:40 WIB
Serangan Bom di Thailand Selatan Lukai Enam Polisi
Sabtu / 20-06-2026, 12:36 WIB
Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces: Fokus pada Prioritas dan Keberanian
Sabtu / 20-06-2026, 12:36 WIB
Google Perketat Sideloading Android dengan Verifikasi Pengembang Mulai 2026
Sabtu / 20-06-2026, 12:36 WIB
Paraguay Tekuk Turki 1-0 Berkat Gol Cepat Matias Galarza
Sabtu / 20-06-2026, 12:36 WIB
KLH Segel Perusahaan Pengelola Limbah B3 di Tangerang
Sabtu / 20-06-2026, 12:35 WIB
Darya-Varia Catat Pendapatan Rp2,23 Triliun pada 2025, Tumbuh 7%
Sabtu / 20-06-2026, 12:35 WIB
Carlo Ancelotti Pastikan Neymar Tampil Lawan Skotlandia di Piala Dunia 2026
Sabtu / 20-06-2026, 12:35 WIB
Mendikdasmen Terima Surat Cinta untuk Presiden dari Murid di Nias Utara
Sabtu / 20-06-2026, 12:32 WIB






