Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap meluncurkan bahan bakar Biodiesel 50 persen atau B50 mulai 1 Juli 2026.

Biosolar B50 akan didistribusikan secara massal di seluruh jaringan SPBU di Indonesia.

in1

>>> Gibran Buka PENAS XVII, Tegaskan RI Harus Kemandirian Pangan

Produk ini tetap dipasarkan dengan nama Biosolar dan berstatus BBM subsidi dengan harga Rp 6.800 per liter.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Komposisi dan Sasaran Pengguna

B50 terdiri dari 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar murni. Ini merupakan kelanjutan dari varian sebelumnya, yaitu B35 dan B40.

Bahan bakar ini khusus ditujukan untuk kendaraan bermesin diesel, terutama yang membutuhkan torsi besar.

>>> Pasangan AS Menangkan Hak Asuh Permanen Bayi IVF yang Tertukar Ras

Sasaran pengguna meliputi mobil diesel harian, kendaraan niaga, alat berat pertambangan, traktor pertanian, dan kendaraan taktis.

Uji Coba Komprehensif

Pemerintah memastikan B50 aman digunakan.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa B50 telah melalui uji coba di berbagai sektor permesinan.

Pengujian mencakup sektor otomotif, alat pertanian, genset, alat berat pertambangan, dan perkapalan. Hasilnya menunjukkan kinerja teknis dan operasional yang sangat baik.

>>> Brasil Hajar Haiti Tiga Gol Tanpa Balas di Piala Dunia 2026

Saat ini, pengujian juga difokuskan pada sektor perkeretaapian. Pemerintah optimistis implementasi nasional siap berjalan pada Juli 2026.