Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak langsung pada bengkel motor umum di kawasan Kranji, Bekasi, Jawa Barat.

Harga suku cadang yang melonjak membuat jumlah konsumen menurun drastis.

in1

>>> OPPO A6c Resmi Meluncur di Indonesia dengan Baterai Jumbo 7.000 mAh

Kenaikan harga oli dan ban disebut sebagai pemicu utama.

Menurut seorang kasir bengkel di Kranji, harga oli rata-rata naik Rp20 ribu, sementara ban motor naik hingga 20 persen pada Mei lalu.

Kondisi ini diperparah oleh kurs dolar yang menyentuh Rp17.800, membuat biaya material impor semakin mahal. Akibatnya, banyak pelanggan menunda perawatan kendaraan mereka.

>>> Faza Meonk: Pameran Art Toy Buka Peluang Besar bagi Kreator Lokal

Sepinya pengunjung juga berdampak pada pendapatan montir. Biasanya, mereka bisa mendapatkan tip Rp15.000 hingga Rp20.000 per pelanggan.

Kini, tip berkurang dan montir harus aktif menawarkan jasa tambahan.

>>> Veda Ega Amankan Tiket Q2 Moto3 Ceko Usai O'Shea Didiskualifikasi

Seorang montir mengaku kini sering menawarkan pemeriksaan ekstra kepada pelanggan. Namun, keputusan tetap ada di tangan konsumen.