Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyatakan bahwa penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah merupakan sinyal positif bagi perekonomian Indonesia.

"Mudah-mudahan ini adalah sinyal mulai membaiknya perekonomian kita dengan berbagai strategi dan cara yang dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," kata Herman di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat.

in1

>>> Pemkab Sampang Sediakan 18 Bus untuk Jemput Jamaah Haji

Menurutnya, penguatan IHSG dan rupiah terhadap dolar AS diharapkan dapat bertahan dan memberikan efek positif bagi perekonomian nasional.

Ia menambahkan bahwa tren sebelumnya yang mengkhawatirkan kini mulai berbalik, sehingga masyarakat perlu mendukung langkah-langkah pemerintah.

"Semakin kita bersatu, semakin kita solid, semakin kita menunjukkan kekuatan, kemampuan, persatuan itu akan semakin menunjukkan trust dari investor," ujarnya.

Herman juga berharap para investor yang sempat keluar dapat kembali berinvestasi di Indonesia.

>>> Polda Sumsel Tangkap Dua Pelaku Jaringan Narkoba Antarprovinsi

Kenaikan BI-Rate dan Konflik Global

Politikus yang akrab disapa Kang Hero itu menilai kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen merupakan langkah efektif.

Ia juga berharap konflik di Timur Tengah terus membaik sehingga harga minyak turun dan nilai tukar rupiah bisa semakin menguat.

"Ketika harga minyak turun, diharapkan bisa menurunkan harga BBM dan beban negara terhadap subsidi, kompensasi serta yang berbasiskan terhadap nilai tukar dolar AS juga bisa berkurang," katanya.

>>> Pelita Jaya Ungguli Hornbills 1-0 di Final IBL

Sebelumnya, IHSG pada Jumat sore ditutup menguat tipis 4,80 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.177,14, sementara indeks LQ45 turun 7,52 poin atau 1,22 persen ke 609,40.