Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah mengevaluasi pelaksanaan Program Magang Nasional bagi lulusan baru. Pasalnya, lokasi pelaksanaan program dinilai belum merata dan masih terpusat di Pulau Jawa, khususnya DKI Jakarta.

Pengumuman tersebut disampaikan di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/6/2026).

in1

>>> Kementerian ESDM Potong Insentif Biodiesel Jadi Rp32 Triliun pada 2026

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memaparkan bahwa pemusatan lokasi ini dipicu oleh besarnya uang saku yang setara dengan upah minimum provinsi di Jakarta.

Selain itu, banyak perusahaan penyedia magang yang berpusat di ibu kota.

"Sebaran peserta magang pada angkatan satu masih banyak di Pulau Jawa, dan lebih spesifik lagi di Jakarta," kata Yassierli.

Pembenahan Distribusi Peserta

Kemnaker kini tengah merumuskan distribusi peserta berdasarkan masing-masing wilayah. Tujuannya agar program lebih merata pada tahun depan.

>>> Samsung Foundry Banjir Pesanan Chip Canggih dari Google, Nvidia, hingga BYD

Selain sebaran wilayah, penyesuaian program studi dan aksesibilitas bagi kelompok difabel juga menjadi tantangan yang akan diselesaikan.

"Walaupun masih dalam jumlah yang terbatas, kita ingin kesempatan itu juga dimiliki oleh adik-adik lulusan perguruan tinggi dari difabel," ujar Yassierli.

Sebanyak 100.000 lulusan dari tiga gelombang program pada tahun 2025 kini sedang dipantau penyerapan kerjanya di dunia industri.

Pemerintah berkomitmen memantau dampak jangka panjang program ini melalui penelusuran lulusan pascamagang.

>>> Danantara Naikkan Target Obligasi Global Jadi 1,5 Miliar Dolar AS

"Kita evaluasi dulu dari hasil survei, ini masih kita olah datanya dan kita akan terus memonitor nanti terkait dengan serapan mereka di industri," kata Yassierli.