Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menghadapi volatilitas baru menyusul rencana MSCI merilis hasil peninjauan berkala terkait pasar saham Indonesia pada Juni 2026.

Terdapat dua isu utama yang paling dinantikan pelaku pasar dalam review berkala kali ini, yaitu kepastian pencabutan pembekuan indeks serta status klasifikasi pasar saham Indonesia.

in1

>>> Uffridatun Nitami Alami Gejolak Emosi Usai Dugaan KDRT Evan Marvino

Pengumuman Global Market Accessibility Review dijadwalkan pada 18 Juni malam waktu Eropa atau sekitar pukul 03.30 WIB pada 19 Juni 2026.

Sementara itu, pengumuman Annual Market Classification Review menyusul pada 23 Juni 2026 waktu Eropa atau 24 Juni 2026 dini hari waktu Indonesia.

Empat Skenario yang Mungkin Terjadi

Investment Analyst Lead Stockbit Group Edi Chandren menjelaskan terdapat empat skenario yang berpeluang terjadi dan menentukan arah gerak pasar saham domestik.

Skenario pertama berupa pencabutan pembekuan indeks dengan penilaian aksesibilitas positif sehingga status emerging market dipertahankan.

Skenario kedua adalah pembekuan tetap dipertahankan namun disertai pandangan positif terkait keterbukaan data.

>>> Anime One Piece Episode 1162 Segera Tayang, Ungkap Keindahan Elbaph

"Penggerak market pada skenario ini adalah tone tersebut bukan headline 'pembekuan dipertahankan'.

Status emerging market kemungkinan tetap dipertahankan pada 23 Juni 2026 dan pasar berpotensi merespons cenderung positif," ujar Edi Chandren.

Skenario ketiga mencerminkan kondisi netral-negatif jika pembekuan dipertahankan tanpa catatan positif keterbukaan data.

Skenario terburuk adalah penurunan kelas Indonesia ke frontier watchlist.

>>> LPS: BPR dan BPRS Sumatra Tengah Tetap Tangguh di Tengah Dinamika Ekonomi

"Namun, mengingat perkembangan reformasi dan transparansi data sejauh ini, kami menilai skenario ini memiliki probabilitas yang rendah," kata Edi Chandren.