Militer Iran secara resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi pelayaran.

Langkah ini diambil sebagai respons atas pelanggaran memorandum perdamaian oleh Amerika Serikat dan serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon.

in1

>>> Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya Sambut HUT ke-499 Jakarta

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya pada Sabtu (20/6).

Isinya menuding AS gagal menjalankan klausul pertama nota kesepahaman (MoU) yang mencakup gencatan senjata di seluruh front, termasuk Lebanon.

"Mengingat pelanggaran terang-terangan atas janji AS dan kegagalan mengimplementasikan klausul pertama nota kesepahaman untuk mengakhiri perang, serta sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel di Lebanon selatan," demikian pernyataan militer Iran seperti dikutip stasiun TV nasional IRIB.

>>> Kanada Kehilangan Ismael Kone akibat Cedera Patah Kaki

"Penutupan Selat Hormuz dengan ini diumumkan," tegas markas besar angkatan bersenjata Iran tersebut.

Khatam Al-Anbiya juga memperingatkan bahwa jika Israel terus melanjutkan serangan terhadap Lebanon, Iran akan mengambil langkah-langkah tambahan. Tujuannya untuk memaksa Israel memenuhi kewajiban dalam kesepakatan perdamaian.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia.

>>> Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan PDIP Dicurigai

Sekitar seperlima konsumsi minyak dunia melewati selat ini, sehingga penutupannya berpotensi memicu gejolak harga energi global.