Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) melayangkan protes keras terhadap regulasi ketat dan kendala logistik yang dinilai menyulitkan tim nasional mereka selama berlaga di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Skuad Iran merasa dirugikan karena diwajibkan segera terbang kembali ke markas sementara di Meksiko setelah pertandingan pertama melawan Selandia Baru.

in1

>>> Profil Eyang Ratih Alias Tri Hari Mastuti Spiritual Asal Banyuwangi yang Meninggal Dunia, Lengkap: Umur, Agama dan IG

Pelatih Amir Ghalenoei menyebut timnya paling menderita, ditambah adanya kasus penolakan visa bagi beberapa anggota tim sebelum turnamen.

Tanggapan Resmi AS

Andrew Giuliani, utusan Donald Trump untuk Piala Dunia 2026, menyatakan kesiapan membuka ruang komunikasi dengan pihak Iran.

"Semuanya bersifat dinamis, hal-hal ini bisa dibahas, dan kami tentu ingin menciptakan persaingan yang adil di lapangan.

Itulah sebabnya setiap pelatih di tim sudah memiliki visa dan berkesempatan untuk datang," kata Giuliani.

Pemerintah tuan rumah menegaskan komitmen menjaga keseimbangan kompetisi sekaligus menegakkan aturan keamanan ketat bagi pihak luar yang memasuki wilayah AS.

"Presiden (Donald Trump) ingin memastikan turnamen ini mencapai keseimbangan kompetitif, sekaligus memastikan bahwa pihak-pihak yang bermasalah tidak masuk ke negara ini.

Kami telah melakukannya, dengan sisa waktu satu bulan lagi," ujar Giuliani.

Mengenai kekesalan Iran yang dilarang tiba dua hari sebelum pertandingan kedua melawan Belgia di Los Angeles, Giuliani menyebut aturan itu sudah disepakati sejak jauh hari.

"Hal ini telah disepakati dengan tim Iran dan FIFA selama berminggu-minggu, dan dibahas selama berbulan-bulan. Tidak ada yang berubah pada akhirnya.

Lihat saja timnas AS, hari ini mereka akan terbang kembali ke Orange County, penerbangan selama dua setengah hingga tiga jam setelah pertandingan," kata Giuliani.