Inggris telah melakukan uji coba rudal jarak jauh baru yang akan dipasok ke Ukraina. Hal itu dilaporkan surat kabar The Telegraph pada Sabtu, mengutip sumber Kementerian Pertahanan Inggris.

Pada Januari lalu, Kemenhan Inggris mengumumkan pengembangan rudal balistik presisi yang dijuluki Nightfall. Rudal ini memiliki jangkauan lebih dari 500 kilometer (311 mil) dan dirancang untuk militer Ukraina.

in1

>>> Timnas AS Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Australia

Rudal tersebut telah diuji di lapangan tembak di Hebrides, lepas pantai Skotlandia. Uji coba lebih lanjut direncanakan dalam beberapa bulan mendatang di Inggris.

Senjata eksperimental ini akan dilengkapi hulu ledak seberat 250 kilogram (551 pon). Rudal mampu terbang dengan kecepatan hampir 600 kilometer per jam.

Proyek Brakestop dan Keterlibatan Perusahaan Inggris

Tiga perusahaan Inggris memenangi tender pengembangan senjata tersebut tahun lalu. Mereka adalah MGI Engineering, produsen Storm Shadow MBDA, dan Rotron Aerospace.

Kontrak awal proyek yang disebut Project Brakestop bernilai sekitar 5 juta poundsterling (sekitar Rp117 miliar). Nilainya kemudian ditambah 15 juta poundsterling (sekitar Rp532 miliar).

>>> Akademisi IAHN Mpu Kuturan: Minat Anak Muda Bangun UMKM di Singaraja Meningkat

Inggris berencana segera mengirim rudal tersebut ke Ukraina. Langkah ini memungkinkan Ukraina meluncurkan serangan ke Moskow, menurut laporan The Telegraph.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada 2024 memperingatkan negara-negara Barat yang memberikan bantuan militer ke Ukraina sebagai pihak yang terlibat konflik.

Ia menilai pemasokan senjata presisi jarak jauh merusak keamanan global.

>>> Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga menyatakan bahwa pengiriman senjata untuk Ukraina adalah target sah bagi Rusia.