Uni Eropa berencana membuka saluran komunikasi diplomatik dengan Rusia. Langkah ini diambil untuk bertukar pandangan secara langsung, tanpa mengklaim sebagai mediator dalam isu Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa dalam konferensi pers setelah pertemuan Dewan Eropa di Brussels pada Jumat (19/6).

in1

>>> Mainan di "Toy Story 5" Berjuang Melawan Digitalisasi

"Yang saya lakukan melalui kantor saya membangun saluran diplomatik, karena kami tidak bisa hanya bergantung pada orang lain untuk menafsirkan pesan-pesan Rusia dan kami harus mampu menyampaikan pesan kita sendiri langsung ke Rusia," ujar Costa.

Costa menegaskan Uni Eropa harus segera menjalin kontak langsung dengan Moskow. Aturan yang berlaku di Uni Eropa, menurutnya, mengizinkan dia mengambil inisiatif untuk menjalin kontak tersebut.

Meski membuka jalur komunikasi, Costa menekankan Uni Eropa tidak ingin berperan sebagai mediator dalam negosiasi terkait konflik di Ukraina.

>>> Alvaro Carpe Tercepat di FP2 Moto3 Ceko 2026, Veda Ega Pratama Posisi 22

Posisi ini ditegaskan kembali dalam pernyataannya.

Langkah ini menunjukkan upaya Uni Eropa untuk memiliki saluran sendiri dalam berkomunikasi dengan Rusia, tanpa perantara pihak lain.

>>> Toyota Veloz Hybrid Juni 2026: MPV Strong Hybrid Termurah Mulai Rp303 Juta

Hal ini dinilai penting untuk menyampaikan pesan langsung dan memahami posisi Rusia secara lebih akurat.