Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Rusia dan ASEAN merupakan kekuatan penstabil penting di kawasan Asia-Pasifik di tengah gejolak global yang sedang berlangsung.

Pernyataan itu disampaikan Putin pada Kamis dalam KTT Rusia-ASEAN yang digelar di Kazan, Rusia.

in1

>>> Olahraga Tak Cukup Lindungi Otak Jika Terlalu Banyak Duduk

Putin menyebut hasil kerja sama kedua pihak sangat nyata.

Kerangka hukum dan kontraktual yang kokoh telah dibangun, serta jaringan mekanisme kerja sama bersama yang luas terus dikembangkan.

Platform dialog baru telah diluncurkan.

Kerja sama praktis diperluas di berbagai bidang, termasuk keamanan, perdagangan, investasi, energi, pertanian, transformasi digital, ilmu pengetahuan, pariwisata, serta pertukaran antarmasyarakat dan kemanusiaan.

KTT tersebut menandai peringatan 35 tahun hubungan diplomatik Rusia-ASEAN.

Acara ini dihadiri para kepala negara dan pemerintahan, tokoh politik senior, serta pejabat tinggi dari 11 negara anggota ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN.

Dalam KTT tersebut, Deklarasi Kazan diadopsi.

Dokumen itu menegaskan komitmen membangun tatanan dunia yang adil, demokratis, dan multipolar berdasarkan hukum internasional dan Piagam PBB, menurut Yuri Ushakov, ajudan presiden Rusia.

>>> Prabowo Siapkan Surat ke FIFA, Indonesia Bidik Tuan Rumah ASEAN Cup 2026

Selain itu, rencana aksi komprehensif untuk mengimplementasikan Kemitraan Strategis Rusia-ASEAN 2026-2030 telah disetujui.

Rencana itu memuat langkah-langkah memperdalam kerja sama di bidang politik, keamanan, perdagangan, investasi, serta budaya dan kemanusiaan.

Putin menuturkan bahwa KTT tersebut menghasilkan banyak gagasan konstruktif dan proposal untuk menghidupkan kembali kemitraan ekonomi bilateral.

"Para partisipan menyuarakan dukungan untuk perluasan kuantitatif dan peningkatan kualitatif perdagangan bilateral, optimalisasi struktur perdagangan, serta peningkatan skala investasi timbal balik," kata Putin.

Putin menekankan pentingnya mengalihkan penyelesaian transaksi komersial lintas perbatasan ke mata uang nasional, menghilangkan hambatan perdagangan, dan menyederhanakan prosedur perizinan administratif.

Rusia berencana meningkatkan ekspor barang bernilai tambah tinggi, seperti pupuk dan produk farmasi, ke ASEAN.

Pasokan pangan dan energi akan terus dilanjutkan, serta pengembangan tenaga nuklir sipil di kawasan tersebut didukung.

Dalam konferensi pers usai KTT, Putin menyebut kedua pihak menyambut baik kesepakatan antara Iran dan AS untuk meredakan ketegangan militer serta merundingkan perjanjian perdamaian permanen.

>>> Imigrasi Deportasi 3 WNA Tiongkok Manipulasi Data Visa

Kedua pihak berharap stabilitas kembali ke Timur Tengah dan Teluk Persia, yang akan berdampak positif bagi pasar energi dan pangan global.