Uni Eropa (UE) mencatat hampir 670.000 permohonan suaka baru pada 2025, menurut data Eurostat yang dirilis Jumat (19/6).

Angka tersebut muncul di tengah pembicaraan yang sedang berlangsung mengenai pengetatan kebijakan migrasi dan pemberantasan migrasi ilegal.

in1

>>> Rivian Digugat Konsumen Terkait Klaim Fitur Swakemudi yang Menyesatkan

Selain permohonan suaka, negara-negara UE juga memberikan lebih dari 683.000 status perlindungan sementara baru kepada warga Ukraina.

Jumlah itu lebih banyak dibandingkan total permohonan suaka baru dari semua warga negara lain.

Permohonan Suaka dan Perlindungan Sementara

Eurostat mencatat 669.710 permohonan suaka pertama kali pada 2025.

Negara-negara UE mengeluarkan 325.955 keputusan positif tingkat pertama atas permohonan suaka, serta 49.025 keputusan positif setelah banding.

Perlindungan sementara bagi warga Ukraina diaktifkan pada Februari 2022, memberikan akses izin tinggal, pekerjaan, perawatan kesehatan, dan pendidikan di seluruh UE.

>>> Ferrari Luce EV Tetap Diminati Meski Dihujani Kritik dan Harga Selangit

Mekanisme tersebut direncanakan berlaku hingga Maret 2027.

Jumlah perlindungan sementara tertinggi bagi warga Ukraina tercatat pada 2022, setelah peluncuran mekanisme tersebut.

Negara Asal Pencari Suaka Terbesar

Warga Venezuela menjadi kelompok pencari suaka baru terbesar di UE pada 2025, dengan 89.455 permohonan atau 13,4 persen dari total.

Warga Afghanistan menempati urutan kedua dengan 63.900 permohonan, disusul warga Suriah dengan 40.405 permohonan.

>>> PLN Jelaskan Penyebab Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Dua Pembangkit Besar Alami Gangguan

Sebagai perbandingan, jumlah permohonan suaka tertinggi di UE tercatat pada 2015, yaitu sebanyak 1.216.860 permohonan.