Ferrari Luce EV, mobil listrik pertama dari pabrikan asal Maranello, tetap diminati meskipun harganya selangit dan menuai banyak kritik.

Di Thailand, pemesanan supercar listrik ini terus meningkat sejak dibuka bulan lalu. Hal itu disampaikan oleh Cavallino Motors, mitra resmi Ferrari di negara tersebut.

in1

>>> PLN Jelaskan Penyebab Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Dua Pembangkit Besar Alami Gangguan

Ferrari Luce EV diperkirakan dijual di Thailand seharga 33,84 juta baht atau sekitar Rp18,3 miliar.

Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan banderol di Eropa yang mencapai 550 ribu euro atau setara Rp11,3 miliar.

Meski lebih mahal, minat konsumen tidak surut. Belum ada angka resmi pemesanan, namun permintaan disebut terus bertambah setiap hari.

Konsumen juga sudah diberi tahu bahwa pengiriman unit baru akan dimulai pada akhir 2027.

Desain Kontroversial dan Kritik Pedas

Ferrari Luce EV menjadi tonggak penting karena merupakan mobil listrik pertama yang diproduksi Ferrari. Namun, desainnya yang minimalis dan futuristis menuai kontroversi.

Mobil ini dirancang bersama LoveFrom, perusahaan desain yang dipimpin mantan desainer Apple, Sir Jony Ive dan Marc Newson.

Hasilnya, tampilan Luce EV dinilai terlalu jauh dari karakter Ferrari yang agresif.

>>> Wapres Gibran Instruksikan Kementerian Tuntaskan Masalah Petani dan Nelayan

Kritik keras datang dari mantan bos Ferrari, Luca di Montezemolo, yang mengatakan, "Saya harap mereka menghapus logo kuda jingkrak dari mobil itu."

Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, juga menyindir di media sosial. Ia menyebut harga mobil terlalu mahal dan penampilannya sama sekali bukan seperti mobil Ferrari.

Rangkaian reaksi negatif tersebut berdampak pada saham Ferrari yang sempat turun sekitar 8 persen di bursa Milan setelah mobil diperkenalkan.