PT PLN (Persero) mengambil langkah cepat untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa pada Sabtu (20/6/2026).

Kelangkaan pasokan batu bara berkalori menengah menjadi pemicu utama gangguan operasional sistem kelistrikan tersebut.

in1

>>> Tiga Shio Diprediksi Raih Keberuntungan Besar pada 22-28 Juni 2026

Selain masalah bahan bakar, operasional juga terhambat oleh gangguan teknis di dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar milik swasta.

Manajemen PLN langsung berkoordinasi dengan pemerintah guna mempercepat pemulihan pasokan energi.

Permintaan Maaf dan Langkah Penanganan

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman bergilir yang terjadi.

Ia memahami kesulitan yang dihadapi masyarakat akibat peristiwa ini.

PLN mendapat dukungan penuh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Koordinasi intensif dilakukan bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan serta Direktorat Ditjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) untuk mempercepat penandatanganan kontrak pasokan bahan bakar.

>>> GAC Indonesia Resmikan Dealer Aion KS Tubun di Jakarta Pusat

Darmawan menjelaskan bahwa saat ini proses penyaluran medium range coal mulai mengalir ke PLTU di seluruh Pulau Jawa, baik milik PLN maupun mitra independent power producer (IPP).

Kendala teknis pada dua PLTU IPP memperparah situasi kelistrikan.

Kerusakan tersebut memaksa unit pembangkit swasta keluar dari sistem interkoneksi Jawa.

Seluruh tim teknis di lapangan dikerahkan secara maksimal untuk menangani gangguan tersebut.

Manajemen berkomitmen menyelesaikan perbaikan sistem kelistrikan ini sesegera mungkin.

>>> Umat Islam Dianjurkan Membaca Doa Setelah Wudhu Sesuai Sunnah

Darmawan kembali memohon maaf dan menegaskan bahwa PLN bekerja siang dan malam agar semua gangguan dapat segera terselesaikan.