Kapolri Jenderal Pol.

Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

in1

>>> Weekend ke Karangkates Makin Mudah, Stasiun Sumberpucung Buka Akses Wisata dan Ekonomi Warga

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap 1 Juli.

Kadivhumas Polri Irjen Pol.

Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Polri kepada para tokoh bangsa yang telah berkontribusi besar bagi demokrasi dan reformasi di Indonesia.

"Gus Dur memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, termasuk dalam proses penguatan institusi Polri sebagai lembaga yang profesional dan mandiri," kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Dalam ziarah tersebut, Kapolri mengenakan peci, memanjatkan doa, dan menaburkan bunga di pusara Gus Dur.

Kedatangan Kapolri disambut Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Machfudz atau Gus Kikin yang turut mengalungkan surban sebagai simbol penghormatan.

>>> Yusril Akan Sampaikan Tuntutan BEM SI ke Presiden Prabowo

Warisan Gus Dur bagi Polri

Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI pada periode 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001.

Pada masa kepemimpinannya, agenda reformasi terus diperkuat melalui dorongan terhadap profesionalisme militer dan supremasi sipil.

Salah satu tonggak penting pada era tersebut adalah dikukuhkannya pemisahan TNI dan Polri melalui TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri.

Johnny menilai warisan pemikiran Gus Dur menjadi bagian penting dalam proses pembentukan Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan mandiri.

Selain dikenal sebagai tokoh reformasi, Gus Dur juga dikenang sebagai "Bapak Pluralisme" atas konsistensinya memperjuangkan nilai toleransi, keberagaman, dan penghormatan terhadap hak-hak warga negara.

>>> Kementerian ESDM Siapkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa pada 2026

Momentum ziarah menjelang Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menjaga semangat reformasi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.