Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan rangkaian ziarah ke makam para mantan presiden menjelang Hari Bhayangkara ke-80 menjadi upaya Polri menyerap nilai-nilai kepemimpinan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat berziarah ke makam Presiden pertama RI Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu.

in1

>>> Casio Luncurkan G-Shock G-Lide GBX-H5600 di AS, Jam Tangan Pintar untuk Peselancar

Menurut Sigit, tradisi ini bertujuan menggali semangat perjuangan para pemimpin terdahulu untuk memperkuat komitmen institusi dalam menjaga NKRI.

"Tadi pagi, kami berziarah ke makam almarhum Presiden Gus Dur dan alhamdulillah, sekarang kami melaksanakan ziarah ke makam almarhum Presiden Soekarno, lalu setelah ini kami akan melanjutkan ke makam Bapak Presiden Soeharto dan selanjutnya akan kami tutup ke Taman Makam Pahlawan Kalibata," kata Sigit dalam keterangannya.

Kapolri menekankan nilai-nilai yang diwariskan para pemimpin bangsa memiliki arti penting bagi Polri dalam menjalankan amanah negara dan menjawab harapan masyarakat.

"Rangkaian kegiatan yang kami laksanakan kali ini merupakan bagian dari tradisi kami untuk bisa menyerap dan menggali nilai-nilai dari para pemimpin bangsa yang tentunya ini sangat penting, khususnya bagi institusi Polri," ujarnya.

>>> PC Ketapang II Ltd Mulai Fabrikasi Fasilitas Produksi Lapangan Bukit Panjang

Sigit menegaskan nilai-nilai kepemimpinan tersebut perlu dijaga dan diteruskan sebagai semangat pengabdian Polri dalam menjalankan fungsi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

"Demikian juga ini menjadi sesuatu kekuatan, sesuatu hal yang positif untuk terus kami kembangkan sebagai spirit untuk institusi Polri, agar terus bisa melaksanakan apa yang menjadi amanah institusi, amanah masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.

Ziarah ke makam Bung Karno merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026.

>>> Aplikasi SIGNAL dan PT Pos Indonesia Gelar Vespa Amazing Ride 2026

Sebelumnya, Kapolri telah berziarah ke makam Presiden keempat RI K. H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jombang, Jawa Timur.