Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka Bung Karno Festival 2026.

Acara ini bertujuan mengajak seluruh elemen warga, khususnya generasi muda, untuk merawat ingatan sejarah dan menghidupkan nilai-nilai kebudayaan bangsa.

in1

>>> Situbondo Usul 36 Titik Pembangunan Jembatan Garuda Program Presiden

Festival digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.

Acara dihadiri langsung oleh Presiden ke-5 RI sekaligus putri Sang Proklamator, Megawati Soekarnoputri, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Wakil Gubernur Rano Karno.

"Menghormati Bung Karno berarti melanjutkan cita-citanya, menghidupkan Pancasila dalam tindakan, dan menjadikan kebudayaan sebagai jiwa bangsa, bukan sekadar hiasan panggung," kata Rano saat membuka festival di Taman Proklamasi, Jakarta, Sabtu.

Bulan Juni Penuh Nilai Historis

Rano yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Bung Karno Festival menekankan pentingnya Bulan Juni.

Bulan ini sarat akan nilai historis, mulai dari Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, hingga wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni.

Ia menyampaikan bahwa Jakarta memiliki posisi istimewa sebagai panggung proklamasi dan miniatur Indonesia.

>>> Moreno Soeprapto Ingatkan Publik Tak Sebar Ujaran Kebencian soal MBG

Pembangunan Jakarta tidak boleh hanya bertumpu pada modernisasi fisik dan teknologi, melainkan harus diimbangi dengan keluhuran budi pekerti serta ingatan sejarah yang kuat.

"Tugas kita bukan hanya membangun Jakarta yang tinggi gedungnya, tetapi juga luhur budinya dan luhung jiwanya. Sebab, kota yang lupa sejarah akan kehilangan arah," tuturnya.

Melalui festival ini, nilai-nilai Pancasila dan semangat "berdikari" diimplementasikan secara nyata.

Berbagai aktivasi kegiatan digelar, mulai dari lomba meniru pidato Bung Karno untuk anak muda, keterlibatan pelaku UMKM yang menjajakan produk lokal, hingga penampilan seni budaya nusantara.

Di tengah laju perkembangan zaman dan teknologi yang dinamis, masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga solidaritas. Perbedaan pandangan politik maupun kebencian tidak boleh memadamkan persatuan bangsa.

"Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pendapat, berbeda jalan, tetapi kita tidak boleh kehilangan solidaritas sebagai sesama anak bangsa," kata Rano.

>>> Nvidia Targetkan Pasar China dengan Chip Vera Berbasis Arm

Rano berharap Bung Karno Festival 2026 dapat menjadi pemantik bagi generasi muda Jakarta untuk terus berkarya. Mereka diharapkan tetap memegang teguh akar budaya dan sejarah perjuangan bangsa.