Riset Kapwing: Mayoritas Rekomendasi TikTok untuk Pengguna Baru dan Anak-Anak adalah AI Slop
TikTok menghadapi masalah serius akibat maraknya konten berkualitas rendah yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI, yang dikenal sebagai AI slop.
Temuan ini terungkap dalam riset terbaru dari Kapwing, yang menganalisis ribuan video di platform tersebut.
>>> Profil Luca Spiteri Sosok Bule yang Resmi Menikah dengan Lina Mukherjee: Umur, Agama dan IG
Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 59% video yang direkomendasikan kepada akun baru melalui halaman For You tergolong AI slop.
Konten ini diproduksi secara massal dengan kualitas buruk dan minim nilai informasi.
Kondisi serupa juga ditemukan pada akun yang dikhususkan untuk anak-anak, di mana 57,4% video dalam kategori tersebut sudah tercemar AI slop.
Tingginya persentase ini memicu kekhawatiran dari berbagai pihak terhadap kualitas informasi dan hiburan yang dikonsumsi pengguna usia muda.
Apa Itu AI Slop?
AI slop merujuk pada produk digital yang diproduksi menggunakan teknologi AI generatif secara cepat dan dalam volume besar.
Pembuatan konten ini lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas, dengan pola penayangan yang dirancang untuk memikat perhatian dan memanipulasi algoritma demi tayangan dan iklan.
Laporan Kapwing menunjukkan bahwa tingkat kehadiran AI slop di TikTok jauh lebih tinggi dibandingkan platform video kompetitor.
>>> Bernyanyi Tanpa Hijab, Seniman Iran Dihukum Cambuk 74 Kali
Pengguna baru TikTok menerima konten robotik ini tiga kali lipat lebih banyak daripada pengguna baru YouTube.
Kemudahan akses perangkat generator AI membuat siapa pun bisa memproduksi video skala besar dengan modal rendah.
Dampak pada Pengguna Usia Muda
Penyebaran konten dangkal, berulang, atau menyesatkan ini membayangi perkembangan anak-anak.
Pengamat sosial menyoroti kerentanan generasi muda terhadap paparan video robotik tersebut.
Riset terdahulu menunjukkan produksi massal video AI berpotensi menyebarkan misinformasi, visual membingungkan, dan materi yang tidak sesuai usia anak.
Anak-anak dianggap rentan karena belum memiliki literasi digital yang memadai untuk membedakan konten berkualitas dengan konten buatan mesin yang hanya mengejar klik.
TikTok telah meluncurkan sistem kendali otomatis untuk menyaring linimasa, namun belum mampu membendung dominasi rekomendasi algoritma pada akun baru.
>>> 72,2% Orang RI Keluarkan Uang Lebih Karena Lewatkan Sikat Gigi Malam
Kenaikan jumlah AI slop mendorong diskusi lebih luas tentang regulasi platform digital, termasuk transparansi, pelabelan video AI, dan penguatan moderasi.
Update Terbaru
Pedagang Nekat Jual Minyakita di Atas Rp15.700 akan Masuk Daftar Hitam
Senin / 22-06-2026, 16:08 WIB
Roy Suryo dan Tifa Tolak Tawaran Restorative Justice dari Jaksa
Senin / 22-06-2026, 16:07 WIB
FAO: Produksi Beras Indonesia Naik di Tengah Penurunan Global 2026
Senin / 22-06-2026, 16:07 WIB
PT Brantas Abipraya Bangun Gene Bank Indonesia di Bogor, Target Rampung 2027
Senin / 22-06-2026, 16:07 WIB
Daihatsu Beri Penghargaan untuk Mufti, Pemilik Terios 2012 yang Setia 14 Tahun
Senin / 22-06-2026, 16:07 WIB
Bank Mega Syariah Optimistis Pembiayaan Komersial Tumbuh di 2026
Senin / 22-06-2026, 16:07 WIB
Sanksi FIFA Hambat Persib Bandung Resmikan Luka Menalo
Senin / 22-06-2026, 16:07 WIB
AS Pasang Sistem Rudal Typhon di Jepang untuk Jaga-jaga Ancaman China
Senin / 22-06-2026, 16:02 WIB
Skotlandia Hadapi Brasil demi Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia
Senin / 22-06-2026, 16:02 WIB
Jasindo Optimalkan Kinerja Asuransi Marine Cargo dengan Strategi Baru
Senin / 22-06-2026, 16:02 WIB
Cache Bikin Lemot HP Android? Begini Cara Membersihkannya
Senin / 22-06-2026, 16:01 WIB
4 HP Xiaomi Laris dengan Kamera Setara iPhone, Harga Mulai Rp1 Jutaan
Senin / 22-06-2026, 16:00 WIB
ASUS ExpertBook P1 PM1403: Laptop Bisnis Ringan 1,4 Kg dengan Performa Tinggi
Senin / 22-06-2026, 16:00 WIB
Menkeu Buka Peluang Kenaikan TKD hingga Rp 90 Triliun pada 2027
Senin / 22-06-2026, 16:00 WIB






