Lembaga Penyiaran Publik TVRI memberikan klarifikasi terkait anggaran Rp1,3 triliun yang dialokasikan untuk pembelian hak siar turnamen sepak bola internasional FIFA.

Klarifikasi ini disampaikan pada Jumat (19/6/2026).

in1

>>> Indomobil eMotor Luncurkan Motor Listrik Tyranno X di Jakarta Fair

Direktur Utama TVRI Tubagus Fiki Chikara Satari menegaskan bahwa dana tersebut bukan hanya untuk menayangkan Piala Dunia 2026.

Anggaran itu merupakan paket bundling kontrak tiga kompetisi besar sekaligus.

Paket investasi ini mencakup hak siar eksklusif untuk Piala Dunia 2026, Piala Dunia U-17 2026, dan Piala Dunia Wanita 2027.

Kesepakatan kerja sama jangka panjang telah ditandatangani dalam Media Rights Agreement pada Desember 2025.

Masa lisensi dimulai sejak 180 hari sebelum hingga 180 hari setelah turnamen.

"Piala Dunia ini jangan dilihat hanya untuk FIFA 2026 sampai final 20 Juli, tapi lebih daripada itu," kata Tubagus Fiki Chikara Satari.

Manajemen TVRI menambahkan bahwa hak eksklusif yang diperoleh mencakup penayangan ulang, pengelolaan konten pendukung, serta hak distribusi lintas platform di Indonesia.

>>> Festival Bung Karno Ajak Warga Rawat Ingatan Sejarah dan Kebudayaan

Transparansi dan Distribusi Siaran

Fiki juga menanggapi kritik masyarakat mengenai nilai kontrak yang dianggap terlalu mahal. Ia menegaskan bahwa perbandingan antarnegara tidak bisa dilakukan dengan mudah karena adanya klausul kerahasiaan.

"Kan kita belum ada datanya dan tampaknya kami sudah coba cek juga, ini informasinya tertutup," ujar Tubagus Fiki Chikara Satari.

Menurutnya, setiap negara menerima detail paket penandatanganan yang berbeda terkait platform distribusi, jumlah pertandingan, hingga pemanfaatan hak digital.

Terkait transparansi keuangan, pihak manajemen memastikan seluruh tata cara pembayaran telah mematuhi aturan hukum pengawasan anggaran negara.

"Berdasarkan laporan yang saya terima, proses pembayaran hak siar telah dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan mekanisme anggaran negara," ujar Fiki.

Masyarakat dapat mengakses siaran pertandingan secara gratis melalui jaringan televisi digital terestrial milik TVRI Nasional dan TVRI Sport.

>>> Situbondo Usul 36 Titik Pembangunan Jembatan Garuda Program Presiden

TVRI juga bermitra dengan platform OTT seperti Folaplay dan MAXStream, serta layanan televisi satelit berbayar Transvision, K-Vision, dan Indovision yang dilengkapi sistem enkripsi wilayah.