Akademisi Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Duwi Oktaviana, mencatat peningkatan minat generasi muda di Kota Singaraja, Bali, untuk membangun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Duwi, tren ini dipengaruhi oleh perkembangan ekosistem digital dan akses informasi bisnis yang semakin mudah.

in1

>>> Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

“Pandangan saya sebagai akademisi bahwa peningkatan tren kewirausahaan di kalangan generasi muda Singaraja merupakan dampak dari perkembangan ekosistem digital dan meningkatnya akses terhadap informasi bisnis,” ujarnya di Singaraja, Sabtu.

Duwi yang juga Kepala Program Studi Manajemen Ekonomi Fakultas Dharma Duta menjelaskan, generasi muda kini tidak lagi menganggap pekerjaan formal sebagai satu-satunya pilihan karier.

Banyak mahasiswa mulai berani merintis usaha sejak masih kuliah dengan memanfaatkan media sosial, platform e-commerce, dan aplikasi digital untuk memasarkan produk atau jasa.

“Jika dibandingkan beberapa tahun lalu, minat generasi muda untuk berwirausaha mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Mereka lebih kreatif dalam melihat peluang pasar dan berani memanfaatkan teknologi digital,” kata Duwi.

Ia mencontohkan, berbagai sudut Kota Singaraja kini mulai ramai dengan pusat makanan dan kedai kopi, dari skala kecil hingga besar.

Tren ini juga terlihat dari bertambahnya jumlah usaha rintisan yang digeluti anak muda, baik secara individu maupun kelompok.

>>> Harga Kebutuhan Pokok di Singaraja Stabil Pasca-Galungan

Bidang usaha yang berkembang tidak hanya terbatas pada sektor perdagangan, tetapi juga mencakup ekonomi kreatif, kerajinan, hingga usaha berbasis kearifan lokal Bali.

Duwi menambahkan, peningkatan minat ini sesuai dengan teori ekonomi yang menyebut keputusan berwirausaha dipengaruhi oleh sikap positif, dukungan lingkungan sosial, dan keyakinan diri.